Suara.com - Sebuah postingan Twitter juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ditandai dengan label "manipulasi media" setelah menyebarkan berita palsu.
Menyadur Sky News, Jumat (14/5/2021) Twitter telah memasang peringatan "manipulasi media" pada cuitan Ofir Gendelman, yang dibagikan dengan 97.000 pengikutnya.
Tweet tersebut menampilkan video berdurasi 28 detik yang diklaimnya aksi Hamas menembakkan roket ke Israel selama bentrokan akhir-akhir ini.
Video tersebut dia katakan adalah bukti dari "kejahatan perang". Namun, sejak itu terungkap bahwa video tersebut adalah video lawas yang diambil dua tahun lalu.
"Berikut bukti yang lebih jelas bahwa milisi teroris Hamas dengan sengaja menembakkan roket dari dalam lingkungan permukiman di Gaza. Ini adalah kejahatan perang yang mengerikan," tulis Gendelman dalam bahasa Arab dan diposting pada Selasa pagi.
"Sepertiga roket yang ditembakkan ke Israel jatuh di dalam Gaza yang menewaskan warga sipil dan anak-anak." sambungnya.
Bertulis "#Gaza now" di sudut video dengan warna merah dalam bahasa Inggris dan Arab, video tersebut terlihat 17 roket yang ditembakkan satu per satu dari samping gedung tempat kamera merekam.
Tiga roket lain kemudian ditembakkan dari jarak yang sedikit lebih jauh diikuti oleh ledakan lain di area yang sama.
Namun, video tersebut ternyata sudah pernah diposting di YouTube pada tahun 2018 - dan deskripsi mengatakan itu difilmkan di kota Daraa, Suriah.
Baca Juga: Di Tengah Konflik, Joe Biden Klaim Israel Berhak Membela Diri
Sejak terungkap jika video itu adalah video lawas, tweet tersebut telah dihapus dari postingan jubir Benjamini Netanyahu tersebut.
Twitter sejak itu memberikan peringatan pada tweet Gendelman dan menandainya dengan peringatan "manipulasi media".
Kebijakan raksasa media sosial itu menyatakan bahwa peringatan ini ditempatkan pada konten ketika mereka memiliki alasan untuk percaya bahwa "media atau konteks di mana media disajikan telah diubah atau dimanipulasi secara signifikan dan menipu".
Kemudian pada hari yang sama, Gendelman kembali membagikan video lain yang kali ini bersumber dari media sosial TikTok.
"Hamas, seperti biasa, mencoba menyesatkan media dan opini publik dengan mementaskan sandiwara palsu, dan kini telah menunjukkan para pemuda hidup seolah-olah sudah menjadi mayat, tetapi upaya mereka tidak meyakinkan. Kami mengungkap kebohongan Hamas!" tulisnya.
Namun, pencarian akun TikTok yang diberi watermark pada video tersebut menunjukkan bahwa video itu sudah diposting pada bulan Maret.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Disegel Kejagung, Nasib Ribuan Unit Motor Listrik MBG Menunggu Keputusan BGN
-
ITDC Dilaporkan ke KPK, Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika
-
Karangan Bunga Hitam Putih Dedi Mulyadi Jadi Sorotan di Balai Kota
-
Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Pemadaman Listrik Berakhir! PLN Umumkan Pasokan Mulai Stabil
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
-
Richard Muljadi Ditangkap Kasus Apa? Cucu Konglomerat Buronan Kejaksaan Terancam 8 Tahun di Bui