Suara.com - Konflik antara Israel dan Palestina masih terus terjadi hingga hari ini. Konflik itu merupakan warisan puluhan tahun pertentangan ideologi kelompok Hamas, Fatah, dan Israel. Lalu apa sebenarnya penyebab konflik Israel-Palestina?
Penyebab Konflik Israel-Palestina
Israel dan Palestina kembali bersitegang setelah kekerasan yang melibatkan kedua warga negara terjadi di ibu kota Israel, Yerussalem April 2021 lalu. Warga Palestina terlibat bentrok dengan polisi karena ancaman penggusuran puluhan rumah keluarga Palestina. Lahan itu akan digantikan dengan permukiman Yahudi.
Bentrokan itu melebar hingga menyulut isu mengenai Masjid Al-Aqsa, kompleks masjid yang terletak di puncak bukit dan dihormati oleh Muslim dan Yahudi. Muslim diwakili oleh kelompok Hamas di Palestina, sedangkan Yahudi menjadi representasi Israel.
Kedua kubu ini berkonflik sejak puluhan tahun lalu. Pasalnya mereka tak sepakat dengan ideologi Israel kendati Kesepakatan Oslo pernah ditandatangani pada 1993 oleh kelompok Fatah, oposisi Hamas yang memilih berdamai dengan Israel.
Penyebab konflik Israel-Palestina lainnya adalah tembakan roket yang pernah dilakukan Hamas ke arah Yerussalem beberapa pekan lalu. Kejadian itu turut memicu serangan Israel ke jalur Gaza yang dikuasai Hamas.
Sedikitnya 188 warga Palestina tewas dalam ratusan serangan udara di Gaza, termasuk 55 anak-anak dan 33 wanita, dengan 1.230 orang terluka. Ada sekitar 34.000 warga Palestina mengungsi. Delapan orang di Israel tewas akibat salah satu dari 3.100 serangan roket yang diluncurkan dari Gaza.
Serangan Israel ke Palestina memicu protes pro-Palestina di kota-kota di seluruh Eropa dan Amerika Serikat. Israel telah meningkatkan serangan dalam beberapa hari terakhir untuk menimbulkan kerusakan sebanyak mungkin.
Militer Israel menyebutkan sudah menghancurkan rumah pemimpin tertinggi Hamas Gaza, Yahiyeh Sinwar, pada Minggu, di kota sebelah selatan Khan Younis. Serangan tersebut menjadi serangan ketiga dalam dua hari terakhir di rumah para pemimpin senior Hamas.
Baca Juga: Erdogan Kritik Kekuatan Barat karena Tidak Bertindak Lawan Israel
Serangan-serangan ini tidak menjadi yang pertama. Jika menilik sejarah penyebab konflik Israel-Palestina, perseteruan Hamas dengan Israel sudah terjadi sejak 1940-an akibat perang saudara. Masa itu jauh sebelum kelompok Hamas resmi berdiri pada 1980-an.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar