Suara.com - Baru-baru ini, program vaksinasi gotong royong yang dijadwalkan dimulai hari Selasa (18/5/2021) ramai diperbincangkan. Perlu diketahui, bahwa pengadaan vaksinasi gotong royong ini telah diatur di dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021.
Dalam Permenkes tersebut, vaksinasi gotong royong adalah pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan, keluarga, serta individu lainnya dalam keluarga yang pendanaannya dibebankan kepada badan hukum atau badan usaha. Maka dari itu, penerima program vaksinasi gotong royong tidak dipungut biaya apapun alias gratis.
Cara Daftar Vaksinasi Gotong Royong
Dikutip dari situs resmi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) https://vaksin.kadin.id/, untuk mengikuti program vaksinasi secara mandiri, perusahaan dapat mendaftar di Kadin Indonesia. Setiap perusahaan yang ingin berpartisipasi untuk membiayai pembelian vaksin yang akan diberikan kepada karyawan dan keluarga karyawan dapat mengisi formulir pendataan program vaksinasi gotong royong ini, selambat-lambatnya tanggal 21 Mei 2021.
Selain itu, untuk melakukan pendaftaran program Vaksin Gotong Royong ini juga bisa mengakses laman https://vaksin.kadin.id/#!/kuesioner untuk pendataan perusahaan yang akan mengikuti program ini. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Hotline Vaksinasi berikut ini:
- Hotline 081296187177
- Hotline 081296187277
- Hotline 081282198977
- Hotline 081219173177
Tarif Vaksinasi Gotong Royong
Tarif vaksin dan pelaksanaan vaksinasi gotong royong akan dibebankan kepada perusahaan/badan hukum/badan usaha. Di mana vaksin akan diberikan kepada karyawan/karyawati atau keluarganya secara gratis. Sehingga mereka tidak akan dipungut biaya apapun atau gratis.
Hal ini telah ditegaskan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi melalui keterangan resmi (17/3/2021) di laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan. Nantinya, karyawan yang akan mengikuti vaksinasi gotong royong ini tentunya akan didata oleh perusahaan terkait dan datanya akan diserahkan kepada Kementerian Kesehatan.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021, diputuskan harga pembelian setiap dosis vaksin Gotong Royong dalam hal ini Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) adalah seharga Rp 321.660 per dosis. Sementara tarif maksimal pelayanan vaksinasi yaitu sebesar Rp117.910 per dosis. Dengan demikian, vaksinasi mandiri ini akan dikenakan biaya maksimal atau paling tinggi yaitu sebesar Rp 439.570 per dosis.
Baca Juga: Mayora Group Suntik 5 Ribu Karyawan dalam Program Vaksinasi Gotong Royong
Jenis Vaksin
Dalam keterangan resmi Kemenkes, dijelaskan bahwa produk vaksin yang digunakan dalam vaksinasi Gotong Royong berbeda dari jenis vaksin yang digunakan dalam program Pemerintah. Jika sebelumnya Pemerintah menggunakan produk vaksin dari Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer, maka vaksin gotong royong ini akan menggunakan vaksin produksi CanSino dan Sinopharm.
Jenis vaksin Sinopharm di antaranya adalah inactivated vaccine yang disebut SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell).
Vaksin CanSino Biologics, China, juga akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi gotong royong, yang telah disiapkan sebanyak 5 juta dosis vaksin CanSino.
Agar dapat mencegah terganggunya proses vaksinasi gratis program Pemerintah, maka lokasi vaksinasi gotong royong ini tidak boleh dilaksanakan di fasilitas layanan kesehatan milik Pemerintah. Namun vaksinasi gotong royong ini harus dilakukan di fasyankes milik BUMN atau swasta yang sudah memenuhi syarat menjadi pos pelayanan vaksinasi.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Tag
Berita Terkait
-
Panduan Praktis Daftar IMEI 2026: Sinyal Tak 'Ilang-ilangan' Lagi
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah