Suara.com - Salah satu tokoh perlawanan Palestina meminta para pembela hak asasi manusia untuk bersuara melawan agresi Israel terhadap wanita Palestina.
Menyadur Anadolu Agency, Rabu (19/5/2021) Ahed Tamimi mengungkapkan wanita-wanita di Palestina sangat menderita karena serangan Israel.
Nama Ahed Tamimi menjadi terkenal setelah videonya viral saat dia dengan berani menghadapi tentara Israel saat usianya masih remaja.
"Jika yang terjadi di sini terjadi di negara lain, mereka akan melihatnya secara berbeda. Di tempat lain, jika perempuan menjadi korban kekerasan, Anda bereaksi luar biasa," kata Tamimi.
"Saya memberi tahu seluruh dunia. Kami adalah manusia, sama seperti orang lain. Itu hak kita untuk hidup normal. Kami juga punya hak untuk hidup tanpa kekerasan," tambahnya.
Suami Ahed Tamimi juga ikut terbunuh dalam sebuah serangan dan ia kini harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi anak-anak mereka.
"Ada perempuan di Jalur Gaza yang juga dibombardir, yang jasadnya dikeluarkan dari bawah puing-puing. Di Palestina, kami selalu mengalami hal ini, kami selalu hidup dengan rasa sakit. Ketika seorang wanita dipukuli, saya langsung melihat ibu saya di dalam dirinya." ungkap Tamimi.
Ahed Tamimi menekankan bahwa mereka sangat membutuhkan dukungan dari seluruh komunitas internasional, termasuk para pembela hak-hak perempuan.
"Di penjara Israel, banyak wanita Palestina bahkan tidak mendapatkan perawatan medis dasar," katanya.
Baca Juga: Siswi SMA Hina Palestina Dikeluarkan dari Sekolah, Ini Kata Kemendikbud
Ia mengungkapkan banyak narapidana yang terluka parah hanya diberi obat pereda rasa nyeri, dan tidak mendapatkan perawat lain.
Narapidana wanita, Tamimi melanjutkan, lebih banyak menghadapi masalah dibanding laki-laki, karena saat mereka haid, kebutuhan mereka tidak terpenuhi.
Setidaknya 212 orang, termasuk 61 anak-anak, 35 wanita, dan 16 orang lanjut usia, tewas dalam serangan Israel ke Jalur Gaza, kata Kementerian Kesehatan Palestina.
Kementerian Kesehatan Palestina juga mengungkapkan sekitar 1.400 orang juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan itu.
Sepuluh orang Israel juga tewas dalam tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza ke Israel.
Ketegangan baru-baru ini dimulai di Yerusalem Timur saat bulan suci Ramadhan sebagai akibat dari serangan Israel terhadap jemaah di kompleks Masjid Al-Aqsa dan lingkungan Sheikh Jarrah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi
-
10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
-
Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis