Suara.com - Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengambil kebijakan yang bikin heboh warganya. Di tengah ramainya kasus virus corona, politisi Partai Golkar itu malah melantik ratusan pejabat mulai dari eselon II, III dan IV di tengah pemakaman khusus Covid-19.
Dilansir dari Metrojambi.com (jaringan Suara.com), prosesi pelantikan pejabat di Pemkot Jambi itu digelar pada Rabu (19/5/2021) kemarin.
Fasha sengaja mengumpulkan para pejabat tersebut dan melantik mereka di tempat pemakaman umum (TPU).
Tercatat ada 135 pejabat yang dilantik Fasha, termasuk camat dan lurah. Lokasi pelantikan adalah pelataran TPU Pusara Agung, salah satu TPU khusus pasien Covid-19.
"Ada 90-an masyarakat yang meninggal karena covid-19 dimakamkan di sini," ujar Fasha.
Ia mengaku sengaja melakukan pelantikan di TPU Pusara Agung untuk mengingatkan para pejabat dan masyarakat Kota Jambi bahwa Covid-19 itu ada.
"Maka dari itu kita harus waspada dan harus menjalankan protokol kesehatan. Jangan sampai beranggapan bahwa Covid-19 tidak ada," ujar Fasha.
Berita Terkait
-
Pembelajaran Tatap Muka di Kota Jambi
-
Setelah Menyamar, Polisi Berhasil Tangkap Pembuat Ijazah Palsu
-
Pura-pura Jadi Tentara Kenalan Cewek di Badoo, Pria Ini Ditangkap TNI Asli
-
Viral Video Detik-detik Anggota TNI Gadungan Diciduk Anggota TNI Asli!
-
Lapas Jambi Kebanjiran, Tempat Ibadah dan Musala Terendam Air
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya