Suara.com - Korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza meningkat menjadi 248 korban, meskipun gencatan senjata Israel dan Hamas sudah disetujui.
Diantara ratusan korban tersebut, menyadur Anadolu Agency, Sabtu (22/5/2021) termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita.
Kementerian Kesehatan Palestina pada hari Jumat mengungkapkan sedikitnya 1.948 orang terluka akibat serangan yang berlangsung selama kurang lebih 11 hari.
Kegiatan pencarian dan penyelamatan tim pertahanan sipil dan medis di Gaza mendapatkan momentum setelah gencatan senjata berlaku mulai pukul 02.00 waktu setempat.
Gencatan senjata akhirnya disepakati setelah ditengahi Mesir dan genap 11 hari serangan udara Israel di Jalur Gaza.
Militer Israel telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sejak 10 Mei, meninggalkan jejak kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah pantai.
Berlindung di Sekolah
Saat serangan terjadi, ribuan warga dipaksa berlindung di sekolah Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA), namun kini pengungsi berharap bisa kembali ke rumah.
Salah satunya adalah keluarga Sabbag, rumah mereka di kota Beit Lahia utara di Jalur Gaza rusak parah setelah tembakan artileri dan serangan udara oleh Israel.
Baca Juga: Anggota DPR Minta Pemerintah Tetapkan Regulasi Dana untuk Palestina
Keluarganya berteduh di salah satu sekolah UNRWA, bernama "New Gaza," dan mereka berjuang di sana tanpa kebutuhan dasar dan sekarang satu-satunya impian mereka adalah pulang ke rumah.
Kepada Anadolu Agency, Sabbag mengatakan kehidupan di sekolah seperti bencana karena kekurangan kebutuhan dasar seperti pakaian bersih, tempat tidur, air, dan listrik.
"Saya membangun rumah ini dengan menjual emas istri saya, tetapi penghuninya datang dan menguranginya menjadi puing-puing tanpa alasan. Tidak ada belas kasihan atau kemanusiaan di dalamnya," katanya, mengacu pada Israel.
Mengingat kondisi kehidupan yang parah di sekolah tersebut, dia berharap negara-negara Arab dan organisasi internasional akan mengulurkan tangan.
Di ruang kelas tepat di sebelah tempat keluarga Sabbag, tinggal seorang wanita tua, Asma Al-Asgar (82), bersama dengan putrinya, yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena serangan Israel.
Asgar mengatakan kehidupan di sekolah itu sulit dan kebersihan adalah salah satu masalah utama, dia bilang dia ingin pulang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Timnas Indonesia di Ujung Tandung, John Herdman Akui Singapura Ujian Terberat di Piala AFF 2026
-
Belanja Gentlewoman Pakai Kartu BRI Dapat Cashback Rp300 Ribu!
-
Kasus Dokter Viral Komentari Pasien BPJS Berujung Putus Kontrak dengan RS Pusri
-
4 Shio yang Diprediksi Makin Bahagia dan Beruntung Besok 7 Agustus 2026
-
Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Kabupaten Jayapura
-
Jauh dari Kampung, Warga Menteng Jaya Ragu Pindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur
-
Toyota Indonesia Sambut Rencana Insentif Kendaraan Listrik dengan Baterai Nikel
-
BPS Ungkap Tingkat Pengangguran di Riau per Mei 2026
-
Pertebal Bukti Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Kota Bengkulu
-
Promo Belanja di Yomart, Ada Diskon Spesial dari BRI