Suara.com - Pencinta bubble tea di Amerika Serikat akhir-akhir ini sedang mengalami kesulitan karena terjadi krisis boba akibat pandemi Covid-19.
Menyadur World Of Buzz, Senin (24/5/2021) krisis tersebut tersebut terjadi lantaran logistik untuk membuat boba terhambat akibat pandemi Covid-10 dan banyak toko boba yang tidak memiliki cukup pasokan.
Menurut laporan NPR, kelangkaan boba di Negeri Paman Sam yang telah terjadi selama berbulan-bulan karena masalah logistik.
Pengiriman logistik boba dari Asia ke Amerika Utara mengalami hambatan pemrosesan yang membuatnya tidak bisa masuk ke Amerika Serikat.
Oliver Yoon, wakil presiden penjualan dan pemasaran global untuk Boba Direct, pemasok bahan bubble tea menjelaskan bahwa hambatan tersebut terjadi di pelabuhan.
"Ada arus besar kontainer yang datang dari luar negeri karena e-commerce, hanya karena belanja konsumen, dan sayangnya, tidak cukup orang untuk membantu mengeluarkan kontainer ini dari kapal," kata Yoon dikutip dari NPR.
Kurangnya pekerja pelabuhan di pelabuhan dan kekurangan sopir membuat terhambatnya pengiriman dan itu membuat produk tertahan untuk sampai ke tangan pengecer, kata Yoon.
"Yang saya dengar dari perusahaan ekspedisi dan industri angkutan truk adalah, 'Kita semua butuh bantuan. Kita butuh pekerja tambahan,'" katanya.
Abdurahman Sharif, pemilik Chi Tea di Lombard, Ill., Pinggiran Chicago merasakan akibat terhambatnya pasokan boba tersebut.
Baca Juga: Pandemi Covid19, Kades di Jombang Malah Gelar Pesta Sunatan Anak
"Dalam sebulan terakhir, setiap minggu, kami harus khawatir tentang bagaimana kami kehabisan rasa ini, tapioka ini. Kami kehabisan barang-barang ini, bahkan hingga sedotan," kata Sharif.
Sejak membuka bisnisnya delapan bulan lalu, Sharif mengatakan bahwa dia berfokus untuk membangun citra toko dan kepercayaan pelanggan.
"Setiap minggu kami harus menghilangkan rasa dari menu kami karena kami tidak memilikinya, dan kami tidak akan memakannya selama dua atau tiga minggu," katanya.
Penantian bahan mungkin lebih lama dari itu. Tebakan terbaik
Yoon memprediksi pasokan bahan baku boba tersebut akan kembali lancar pada pertengahan musim panas. Dia mendesak orang-orang untuk bersabar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar