Suara.com - Pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap di t di Rumah Sakit Darurat (RSDC) COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat terus meningkat. Dari data terbaru, ada 118 pasien baru yang dirawat sehingga totalnya kini mencapai 1.511 orang.
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Kolonel Marinir Aris Mudian seperti dikutip dari Antara, Rabu (26/5/2021) mengatakan, jumlah pasien yang rawat inap sebanyak 1.511 orang dengan perincian 744 pasien laki-laki dan 767 pasien perempuan. Jumlah tersebut bertambah 118 orang dari data sebelumnya sebanyak 1.393 pasien.
"Seluruh pasien rawat inap ditempatkan di tower empat, lima, enam, dan tujuh," kata dia
Sementara, ada sebanyak 82.313 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang sudah sembuh seusai menjalani perawatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran.
"Untuk pasien rujuk tercatat 862 orang dan pasien meninggal 87 orang," kata Aris.
Terhitung sejak 23 Maret 2020 hingga Rabu (26/5) Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran mendata sebanyak 84.773 orang terdaftar di RSD itu guna mendapatkan perawatan. Sementara pasien keluar terdata sebanyak 83.262 orang.
Selain mendata perkembangan penanganan pasien di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kolonel Marinir Aris Mudian juga melaporkan data pembaruan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kepulauan Riau.
"Pasien rawat inap sebanyak 100 orang yang terdiri atas 77 laki-laki dan 23 perempuan, semua pasien terkonfirmasi positif dan pasien suspek nihil," ujarnya.
Terhitung sejak 12 April hingga 26 Mei 2021 pasien terdaftar di RSKI Pulau Galang sebanyak 13.776 orang, pasien sembuh 6.337, suspek atau selesai perawatan 7.297 orang, dan nihil kematian.
Baca Juga: Libur Waisak, Masyarakat Keluar Masuk Sumut Wajib Bawa Surat Hasil Test Antigen
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!