Suara.com - Sebuah video yang merekam detik-detik warung makan sederhana digerebek aparat diduga karena tak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19 mendadak viral di media sosial.
Warung digerebek saat para pembeli enak-enak makan, warganet mengungkit kasus kerumunan pesta para pejabat sebagaimana terjadi baru-baru ini.
Video penggerebekan tersebut langsung disorot setelah dibagikan oleh pemilik akun TikTok @raida_mnur, Rabu (26/5/2021).
Diperlihatkan dalam video suasana sebuah warung makan sederhana yang diduga berada di pinggir jalan raya.
Ruang makan tersebut tampak dipadati oleh para pembeli, beberapa diantaranya sedang makan bersama-sama.
Perekam video tampak duduk bersama teman-teman di sebuah meja panjang. Dia makan sembari mendengarkan himbauan aparat.
Tak jauh dari mejanya, terlihat seorang pria diduga aparat membawa toa sembari memberikan sebuah imbauan.
Selain itu, beberapa pria lain tampak berjalan sembari membawa sebuah senjata. Dia lalu lalang berjalan melewati pembeli warung tersebut.
"Digerebek pas lagi enak-enak makan," ujarnya.
Baca Juga: Eks Penyidik KPK Kasus Harun Masiku: TWK Bentuk Penghinaan ke Saya dan Keluarga
Meskipun demikian, dalam video terpisah pengunggah memperlihatkan makanannya tetap habis meski digerebek oleh aparat.
Penggerebekan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Beberapa dari mereka memberikan komentar bernada sinis.
"Lah dia ngomong pakai toa gak pakai masker," sindir salah satu warganet.
"Masak iya makan pakai masker Pak," sambung Elsha Resfi.
"Ya namanya juga lagi makan pasti masker dibuka pak," timpal Golda.
Di samping itu, beberapa warganet lain menyenggol ketimpangan perlakuan antara masyarakat biasa dengan kalangan menengah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!