Suara.com - Pemerintah Arab Saudi resmi mengeluarkan surat edaran soal pembatasan pengeras suara masjid di Arab Saudi. Surat edaran tersebut diteken Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Syekh Abullatif bin Abdulaziz Al Sheikh. Dalam surat tersebut tertulis pengeras suara masjid di Arab Saudi hanya dibolehkan untuk keperluan azan dan ikamah. Di samping itu, volume suara tidak diperbolehkan melebihi sepertiga dari volume maksimal.
Lalu kenapa pengeras suara masjid di Arab Saudi dibatasi? Sebelum resmi mengeluarkan edaran, Kementerian Urusan Islam telah menerima sejumlah laporan bahwa banyak pengeras suara masjid di Arab Saudi digunakan untuk mengumandangkan doa. Hal itu dinilai mengganggu lingkungan sekitar, termasuk antarmasjid yang berdekatan.
Pengeras suara masjid mengganggu kelompok rentan, orang tua, anak-anak, serta pasien di rumah sakit di sekitar masjid. Di samping itu, doa yang dibacakan dengan pengeras suara akan membingungkan orang-orang di sekitarnya yang mendengarkan. Kementerian Urusan Islam menilai doa seharusnya menjadi permohonan yang bersifat pribadi antara Tuhan dan umatnya.
Untuk menunjang aturan yang dibuat, pemerintah memuat pernyataan Nabi Muhammad di mana semua umat hanya berdoa kepada Allah Swt. sehingga seharusnya tak merugikan orang lain.
Pengeras suara masjid juga dilarang untuk digunakan saat salat. Penggunaan pengeras suara dikhawatirkan akan mengganggu pelaksanaan salat di masjid terdekat. Bahkan saat salat berjemaah setiap orang tidak boleh membuat orang di sekelilingnya tidak merasa nyaman.
Surat edaran yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi menekankan suara imam hanya harus didengar semua orang di dalam masjid. Namun. tidak perlu sampai ke orang-orang dari luar atau yang tinggal di rumah-rumah terdekat. Pengeras suara juga bisa menimbulkan penghinaan terhadap Al-Quran karena berpotensi tidak didengarkan ketika sedang dibaca. Pembatasan pengeras suara di masjid ini banyak didukung oleh ulama di Arab Saudi, salah satunya Sheikh Muhammad Bin Saleh Al-Othaimeen.
Sebagai informasi Arab Saudi memiliki lebih dari 98.800 masjid, termasuk dua masjid terpenting dalam Islam yakni Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Pada 2018, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman meluncurkan proyek untuk merenovasi lebih dari 130 masjid bersejarah di Arab Saudi termasuk yang dibangun oleh Nabi Muhammad Saw. dan para sahabatnya.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Baca Juga: Sebut Bangun Masjid Baru Sama Saja Buang Uang Publik, Profesor Tunisia Ini Banjir Kecaman
Berita Terkait
-
Jadwal Itikaf di Masjid Salman ITB: Cek Cara Daftar, Biaya dan Fasilitasnya!
-
Daftar Menu Sahur Mewah Masjid Kampus UGM Mulai 28 Februari hingga 10 Hari Terakhir Ramadan 2026
-
Apa Menu Buka Puasa di Masjid UGM Hari Ini 26 Februari 2026? Begini Cara Ngambilnya
-
Masjid Apa Saja yang Sediakan Sahur Gratis di Jogja? Ini Daftar 7 Lokasinya
-
Viral Isi Takjil di Masjid Nabawi Ada Uang 100 US Dollar, Fakta atau Hoaks?
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!