Suara.com - Video ceramah Ustaz Zulkifli Muhammad baru-baru ini kembali menjadi viral. Dalam ceramahnya itu, Ustaz Zulkifli nampak membahas mengenai kesibukan kaum pria saat berada di surga nanti adalah memecahkan perawan para istri.
Ceramahnya ini menjadi viral setelah diunggah kembali oleh akun Twitter @BersamaSahabat4 beberapa waktu lalu. Namun, video asli tersebut diunggah oleh akun YouTube Uzma Media TV Channel.
Dalam cuplikan video itu, Ustaz Zulkifli mengatakan kesibukan pria di surga yakni memecah perawan wanita itu. Tak sembarang bicara, ia menyebut itu berdasarkan perkataan Nabi Muhammad SAW.
"Kaum muslimin, tapi kata Rasulullah, kesibukan para lelaki nanti di dalam surga adalah memecah perawan istri-istrinya," ujar Ustaz Zulkifli Muhammad seperti dikutip dari terkini.id -- jaringan Suara.com, Kamis (3/6/2021).
Lebih lanjut Ustaz Zulkifli menyebut seorang istri akan terus perawan di surga walau sudah selesai malam pertama. Karena itu, suami akan terus memecahkan perawan istri.
"Perawan terus. Habis malam pertama dapatkan perawan istri, selesai dia perawan lagi," jelas Ustaz Zulkifli.
Tak sampai disitu, Ustaz Zulkifli melanjutkan dengan menyebut ceramahnya ini untuk kaum pria. Menurutnya, kaum wanita tidak perlu mendengarkan ceramahnya.
"Bagusnya ibu-ibu gak usah dengar pengajian ini, khusus bapak-bapak. Rasul berkata, maaf-maaf. Zakar laki-laki ketika dia berdiri karena syahwat selama 70 tahun berdirinya. Yess!," ujar Ustaz Zulkifli.
Ustaz Zulkifli juga menggambarkan kenikmatan yang akan dirasakan manusia jika masuk surga nanti. Ia menyebut tidak akan ada manusia yang bosan saat di surga.
Baca Juga: Penumpang Langsung Berdiri Dengar Indonesia Raya di Bandara YIA, Warganet Merinding
"Di sana (surga) nanti gak ada tua-tua. Istri kita gak bosan, kita gak bosan. Semua yang namanya di dalam surga, yang dulu kekurangan Allah tiadakan," tegas Ustaz Zulkifli.
“Sakit selama-lamanya tidak ada di dalam surga. Capek selama-lamanya tidak ada di dalam surga," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Penumpang Langsung Berdiri Dengar Indonesia Raya di Bandara YIA, Warganet Merinding
-
Niat Ngprank Usai Salat Subuh, Perlakuan Suami Justu Bikin Istri Nangis
-
Viral Wanita Dapat Kejutan Pesta Ultah Bertema Batman dari Pacar, Bikin Haru!
-
Ucapan Sinis Aa Gym ke Teh Ninih Jelang Pernikahan Anak Viral
-
Aksi Pria Berseragam Razia dengan Intip Kamar Dihujat Warganet, 'RIP Privacy'
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut