Suara.com - Direktur AstraZeneca Indonesia Rizman Abudeiri menepis semua isu miring yang beredar tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari vaksin Covid-19 buatan Inggris tersebut.
Rizman memastikan segala proses uji klinis hingga perizinan pemakaian sudah melalui regulasi dan dikawal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga Vaksin AstraZeneca dinyatakan aman dan boleh digunakan di tanah air.
"Sehingga ketika ada sinyal safety-nya ini dipertanyakan, itu dari awal kita langsung tahu, pesan saya, kita mempunyai data yang luar biasa, tidak ada batas lagi tentang data, semua bisa melihat data sains, ini kita transparan, keamanan masyarakat terjamin, ini semua evaluasi dan keputusan dilakukan pihak berwenang di Indonesia yaitu BPOM," kata Rizman dalam diskusi KPCPEN, Kamis (3/6/2021).
Dia meminta masyarakat tidak perlu ragu akan keamanan Vaksin AstraZeneca, sebab pemerintah sendiri tidak mungkin ingin mencelakakan masyarakatnya.
"Ketika keputusan izin itu terjadi, maka keputusan itu tidak terjadi serta merta tanpa dasar saintifik atau dasar medis, itu pasti dengan pertimbangan," tegasnya.
"Kita harus percaya bahwa Pemerintah Indonesia sudah melakukan evaluasi yang mendalam sehingga diambil kesimpulan beberapa vaksin ini layak digunakan di Indonesia," sambung Rizman.
Sebelumnya, BPOM RI memastikan Vaksin AstraZeneca dengan nomor bets CTMAV 547 bisa digunakan kembali untuk program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
Vaksin AstraZeneca dengan nomor bets itu sempat mendapat perhatian khusus akibat seelah kasus kematian Trio Fauqi Virdaus sesaat setelah divaksinasi.
Keputusan ini disampaikan setelah BPOM bersama Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan KIPI (Komnas PP KIPI), Komisi Daerah (Komda) PP KIPI memastikan tidak ada hubungan antara KIPI serius yang dilaporkan dengan Vaksin AstraZeneca bets CTMAV 547.
Baca Juga: Vaksinasi Saja Tak Cukup, Ahli Sarankan Lakukan Hal Ini untuk Akhiri Pandemi
Pada 25 Mei 2021 lalu Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) BPOM merilis hasil laporan pengujian tersebut.
Ditemukan saluran toksisitas abnormal atau tidak zat yang berpotensi memicu kerusakan. Sedangkan sterilitas vaksin tersebut dipastikan sesuai mutu dan aman digunakan.
Hasil ini dikatakan selaras dengan pernyataan Ketua Komnas KIPI, Hindra Iriawan yang ikut memastikan KIPI serius yang dilaporan tidak berkaitan dengan vaksin AstraZeneca bets CTMAV 547.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar