Suara.com - Pemerintah India menawarkan vaksin gratis untuk semua orang dewasa dan melonggarkan penguncian di beberapa negara bagian menyusul penurunan kasus Covid-19.
"Telah diputuskan bahwa mulai 21 Juni semua orang dewasa di atas usia 18 tahun akan divaksinasi secara gratis," kata Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidato pada Senin (7/6), disadur dari Sky News Selasa (8/6/2021).
Kebijakan tersebut berarti pemerintah federal akan mengambil alih program vaksinasi di India, yang telah banyak dikritik karena terlalu lambat.
Kebijakan tersebut juga diambil ketika beberapa negara bagian melonggarkan penguncuian setelah mencatat jumlah infeksi terendah dalam dua bulan.
Toko, restoran, dan bisnis lainnya diizinkan untuk buka kembali dengan jam terbatas di New Delhi dan Mumbai. Kuncian juga mulai dibuka di negara bagian Uttar Pradesh dan Haryana.
Metro Delhi, yang melayani kota dan daerah sekitarnya, juga dibuka kembali dengan kapasitas 50%, tetapi jaringan kereta api negara bagian Mumbai masih ditutup.
Infeksi Covid-19 mencapai puncaknya sekitar 400.000 kasus dalam sehari pada bulan Mei setelah gelombang dahsyat melanda India pada awal April.
Namun pada hari Senin, jumlah kasus Covid-19 mencapai jumlah terendah dalam dua bulan terakhir, dengan 100.636 kasus dilaporkan dalam 24 jam terakhir.
Kementerian kesehatan India mengatakan 2.427 kematian baru terdaftar dalam 24 jam terakhir pada hari Senin, sehingga totalnya menjadi 349.186.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Riau Tambah 318 Orang, 21 Pasien Meninggal
Sejauh ini 222 juta suntikan Covid-19 telah diberikan kepada warganya di seluruh India. Kurang dari 5% dari 1,39 miliar penduduknya telah divaksinasi penuh.
Sebelum pidatonya pada hari Senin, PM Narendra Modi berada di bawah tekanan akan program vaksin yang dinilai lambat.
Modi juga menuai banyak kritik karena pembangunan kembali pusat bersejarah New Delhi yang nilainya mencapai Rp 25 triliun lebih, yang mencakup tempat tinggal baru seluas 15 hektar untuknya.
Baru-baru ini anggota parlemen Rahul Gandhi mengatakan biaya proyek Central Vista tersebut setara dengan 450 juta vaksin atau 10 juta tabung oksigen.
Di bawah sistem vaksin lama, siapa pun di bawah 45 tahun yang bukan pekerja garis depan harus membayar untuk mendapatkan vaksin di rumah sakit swasta.
India baru saja memesan 300 juta dosis vaksin tanpa izin yang dibuat oleh perusahaan India bernama Biological E dalam upaya untuk meningkatkan pasokan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
Terkini
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar