Suara.com - Mantan Panglima TNI (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo mengklaim dirinya sudah 'ditembak' oleh tokoh politik untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Gatot Nurmantyo dalam program TVOne yang diunggah kembali olehnya melalui Instagram, Jumat (11/6/2021).
Gatot Nurmantyo mengawali pembicaraan dengan mengulas soal permasalahan Indonesia yang kini tengah berusaha keluar dari pandemi Covid-19.
Dia mengungkit momen saat berbicara di depan ribuan mahasiswa 2014 silam tentang kemungkinan Proxy War dan terjadinya perang biologis yang bisa melemahkan satu negara serta berdampak epidemi.
"Dua poin ini saya menjadi khawatir tentang kondisi bangsa ini. Apabila tidak bersatu, kita tidak bisa menyelesaikan masalah epidemi sendiri, kemudian ekonomi ini, apa yang bakal terjadi. Jadi tak sepantasnya saya berpikir 2024," kata Gatot Nurmantyo seperti dikutip Suara.com.
Eks Panglima TNI tersebut mengaku hendak menyelamatkan permasalahan bangsa ini dulu walaupun sudah 'ditembak' oleh salah satu tokoh politik.
"Ya, sudah ditembak, saya sampaikan, mari jangan berpikir ini dulu. (Penembak) Ya yang punya pistol lah," kata Gatot Nurmantyo diiringi tawa.
Saat ditanya soal sosok yang menembaknya maju Pilpres 2024, Gatot Nurmantyo mengatakan tokoh politik tersebut meminta namanya untuk dirahasiakan.
Dia menambahkan, sejauh ini 'tembakan' untuk menjadi calon Presiden tersebut belum diterima maupun ditolak olehnya.
Baca Juga: Bikin Terenyuh! Momen Perpisahan Anak Pamit Pergi, Ayah Menangis Sesenggukan
"Minta supaya jangan diinformasikan kepada siapa pun juga. Jadi saya bilang, saya bukan mengatakan tidak, mari kita sama-sama lihat situasinya. Belum tentu tahun 2024... Ini kan elektabilitas saya sebagai oposisi katanya," tegas Gatot Nurmantyo.
Gatot Nurmantyo kemudian angkat bicara soal dirinya yang disebut sebagai tokoh oposisi dari pemerintahan saat ini.
Dia menegaskan bahwa selama ini hanya memberikan fakta-fakta yang mungkin sulit diterima sebagaian orang, padahal menurutnya benar.
"Pribadi saya, tidak mungkin saya sebagai mantan pejabat di pemerintahan ini. Saya tidak pernah mengatakan 'Presiden turun', tidak. Tapi saya berikan fakta-fakta. Memang menyakitkan, tapi tidak terbantahka gitu dengan tim saya ya profesor-profesor itu," tukas Gatot Nurmantyo menandasi.
Sebelumnya, lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia atau KedaiKOPI yang merilis survei terkait dengan tokoh capres Indonesia dari kategori tokoh oposisi.
Survei tersebut dilakukan secara nasional di 34 provinsi pada 29 Maret hingga 4 April 2021 dengan melibatkan sebanyak 1.260 responden. Metode survei dilakukan dengan wawancara melalui sambungan telepon.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!
-
Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack
-
Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur