- FKBI mengimbau masyarakat konsumsi bahan pokok secara wajar menjelang Ramadan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pasar.
- Ketua FKBI, Tulus Abadi, mengingatkan pelaku usaha agar tidak menaikkan harga atau menimbun stok selama bulan suci ini.
- Konsumen diimbau memperhatikan kualitas produk dan tanggal kedaluwarsa demi menjaga aspek kesehatan saat berbelanja.
Suara.com - Menjelang bulan suci Ramadan, Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mengajak masyarakat untuk mengonsumsi kebutuhan pokok secara wajar dan sesuai kebutuhan, demi menjaga stabilitas pasar.
Ketua FKBI, Tulus Abadi, menekankan pentingnya menghindari perilaku berlebihan atau panic buying yang dapat memicu lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.
"Agar masyarakat berkonsumsi secara wajar sesuai kebutuhan, jangan berlebih-lebihan, jangan pula melakukan panic buying. Konsumsi yang melebihi kewajaran adalah menjurus pada perilaku egois, dan pasar bisa terdistorsi, seperti harga yang melambung, bahkan kelangkaan pasokan barang," ujar Tulus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/2/2026), dikutip dari ANTARA.
Selain kuantitas, Tulus juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kualitas dan aspek kesehatan saat memilih produk, termasuk tanggal kedaluwarsa, kandungan zat berbahaya, serta kadar gula, garam, dan lemak.
Tak hanya konsumen, Tulus menekankan peran pelaku usaha, baik distributor, pedagang besar, maupun UKM dan UMKM, agar tidak memanfaatkan momen Ramadan untuk menaikkan harga secara berlebihan atau menimbun stok barang. Produk yang dipasarkan juga harus memenuhi standar keamanan pangan dan bebas dari zat berbahaya seperti metanil yellow, formalin, dan boraks.
"Pihak pedagang dari kalangan UKM dan UMKM juga harus punya kesadaran untuk memproduksi dan memasarkan produk makanan/minuman yang memenuhi standar, tidak melakukan kontaminasi dengan zat-zat berbahaya dan terlarang, seperti metanil yellow, formalin, boraks, dan lain-lain," tambah Tulus.
Fenomena meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi selama Ramadan dapat memberikan dampak positif bagi sektor riil, namun juga berpotensi merugikan konsumen jika tidak dikelola dengan baik. FKBI berharap masyarakat dan pelaku usaha sama-sama menjaga pola konsumsi dan distribusi agar stabilitas pasar tetap terjaga, sekaligus menekankan pentingnya kesehatan dalam setiap pilihan konsumsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla
-
Dari Tong Sampah ke Turbin Listrik, Jakarta Harus Belajar Kelola Limbah dari Kopenhagen
-
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Bakal Ramaikan Kota Bandung
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Iran Siap Tarik Biaya Layanan Kapal
-
WNI Disandera di Mediterania, PB SEMMI Desak Presiden Prabowo Hubungi Langsung Netanyahu
-
Kebon Pala Kembali Terendam Banjir 1,4 Meter, Warga Pilih Bertahan di Lantai Dua
-
10 Menteri Luar Negeri Dunia Kecam Serangan Israel Flotilla Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional
-
Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?
-
WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi
-
RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia