Suara.com - Seorang pemuda tak kuasa menahan haru saat ia dinyatakan lulus dari Universitas Timor, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Terlebih, ia berhasil menjadi sarjana berkat sopi atau tradisional khas Timor.
Sopi yang seringkali dipandang sebelah mata sebagai sumber masalah bagi sebagian masyarakat, justru bisa mengantarkan pemuda bernama Yohanes Neno menjadi seorang sarjana.
Untuk diketahui, Sopi adalah minuman beralkohol yang disadap dari pohon lontar yang mengandung kadar alkohol yang tinggi yaitu 40 persen.
Saking bahagianya, ia yang masih memakai toga sarjana ini langsung melakukan sujud syukur di depan tempat penyulingan.
Foto Yohanes Neno mengenakan toga bersimpuh di depan tempat penyulingan itu diunggah oleh akun Facebook bernama Anesmus Hanoe. Foto tersebt langsung dibanjiri pujian dari warganet.
"Iris tuak, lalu diolah jadi sopi, dan hasilnya dijual untuk sekolahkan anak. Proficiat, untuk anak Jon Neno, S.P. Hasil dari tua nakaf Tualeu," tulisnya seperti dikutip Suara.com, Senin (14/6/2021).
Jon, panggilan akran Yohanes Neno mengaku, ia nekat melakukan sujud syukur di depan tempat penyulingan sopi sebagai ungkapan syukur tak terhingga.
Berkat usaha penyulingan sopi yang digeluti keluarganya, ia bisa menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian, Universitas Timor.
Jon bercerita, sang ayah, Yohanes Taif Tefa sudah mulai menyuling sopi sejak masih muda.
Baca Juga: Bebaskan dan Beri Santunan ke Driver Ojol yang Antar Miras, Polresta Solo Tuai Pujian
Bermodalkan 30 pohon nira yang tumbuh di pekarangan rumah, sang ayah fokus memulai usaha keluarga penyulingan sopi.
Hasil penjualan sopi digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan biaya pendidikan Jon.
"Mungkin bagi sebagian besar masyarakat, sopi merupakan sumber keonaran. Tapi bagi saya, sopi merupakan sumber penghidupan bagi keluarga dan pendidikan saya," ungkap Jon.
Jon sangat berharap pemerintah daerah bisa menjadikan sopi sebagai produk lokal sehingga dapat bersaing dengan produk lain.
Ia mengaku, masih ada banyak keluarga lainnya yang menggantungkan hidupnya pada sopi, sama seperti keluarga Jon.
"Saya sangat bersykur usaha penyulingan sopi yang ayah saya geluti membawa berkat bagi keluarga," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran