Suara.com - Pemerintah kota Moskow merekomendasikan agar pengusaha mengizinkan setidaknya 30 persen staf mereka untuk bekerja dari rumah mulai hari Minggu hingga pekan depan.
Menyadur Xinhua Selasa (15/06), Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin sudah menandatangani dekrit tentang pemberian cuti berbayar bagi warganya mulai hari ini hingga tanggal 19 Juni.
Keputusan ini dibuat setelah melihat angka kasus Covid-19 yang melonjak tajam pada hari Sabtu pekan lalu. Cuti berbayar berlaku untuk perusahaan dan organisasi dari semua lini, kecuali industri yang sangat penting.
Di Rusia, hari Sabtu hingga Senin adalah libur untuk memperingati 'Hari Rusia' dan tahun ini akan berlangsung hingga total sembilan hari dari 12 hingga 20 Juni.
Pemerintah juga memerintahkan agar fasilitas katering dan hiburan tutup mulai pukul 11 malam hingga 6 pagi.
Rusia telah mendaftarkan 13.510 kasus Covid-19 selama 24 jam terakhir, lonjakan harian tertinggi sejak 15 Februari. Data resmi penghitungan nasional menunjukkan angka menjadi 5.193.964, pada hari Sabtu.
Jumlah harian telah meningkat secara signifikan sejak 2 Juni karena ada lebih banyak pertemuan sosial di awal musim panas.
Moskow, wilayah yang paling parah dilanda Rusia, pada hari Sabtu melaporkan 6.701 kasus baru, peningkatan harian terbesar sejak 26 Desember, menjadikan total kota itu menjadi 1.227.013.
Baca Juga: Uji Coba Vaksin Baru, Rusia Malah Alami Kenaikan Kasus COVID-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
Terkini
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo
-
Setyo Budiyanto Jelaskan Alasan KPK Ubah Aturan Gratifikasi: Nilai Rupiah Harus Disesuaikan