Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyoroti 22 provinsi yang mengalami kenaikan kasus aktif Covid-19 dalam sepekan terakhir.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyoroti Pulau Jawa yang terjadi lonjakan secara merata di keenam provinsi.
"Kenaikan kasus seluruhnya berasal dari Pulau Jawa, yaitu Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Bahkan provinsi ke-6 teratas juga berasal dari Pulau Jawa dengan kenaikan kasus lebih dari 400 hingga 7.000 kasus di minggu ini," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Selasa (15/6/2021).
Rinciannya, DKI Jakarta naik 7.132 kasus, Jawa Tengah naik 4.426 kasus, Jawa Barat naik 2.050 kasus, DI Yogyakarta naik 973 kasus, Jawa Timur naik 939 kasus, dan Banten naik 440 kasus.
Wiku menyebut kondisi ini disebabkan oleh mobilitas penduduk yang masih tinggi selama libur lebaran kemarin yang dampaknya baru terlihat beberapa hari ini.
"Kenaikan kasus pada minggu ke 5 pasca periode Libur Idul Fitri ini jelas terlihat pada daerah yang menjadi tujuan mudik seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Banten, dan Jawa Barat, serta daerah yang menjadi asal pemudik yaitu DKI Jakarta," ucapnya.
Sementara provinsi lain yang juga mengalami peningkatan kasus aktif antara lain; Jambi naik 335 kasus, Sumatera Utara naik 152 kasus, Aceh naik 147 kasus, Sulawesi Selatan naik 146 kasus, Kalimantan Barat naik 140 kasus, Papua naik 116 kasus.
Lalu, Lampung naik 92 kasus, Kepulauan Riau naik 79 kasus, Kalimantan Tengah naik 73 kasus, Bengkulu naik 44 kasus, Maluku naik 42 kasus, Sulawesi Tenggara naik 39 kasus, Sulawesi Tengah naik 31 kasus, Maluku Utara naik 29 kasus, Bali naik 25 kasus, dan Gorontalo naik 13 kasus.
Wiku meminta semua pemerintah daerah di Jawa untuk melakukan antisipasi dengan penguatan 3T; testing, tracing, dan treatment agar lonjakan kasus dapat terkendali dengan baik.
Baca Juga: Dipanggil Jokowi Gara-gara Kasus Covid-19 Meroket, Anies Disuruh Turun ke Lapangan
Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro juga harus segera diaktifkan kembali dan segera lakukan mikro lockdown jika terdeteksi lonjakan kasus di satu lingkungan tertentu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Modal Bisa dari Mana Saja, Pramono Tegaskan JPO Tendean Tetap Dibangun Ulang
-
Lionel Scaloni Minta Argentina vs Inggris Tak Dicampur Isu Politik: Ini Murni Sepak Bola
-
Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia
-
Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati
-
Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas