Suara.com - Pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) baru saja dirilis Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) beberapa waktu lalu. Tak semua peserta SBMPTN beruntung bisa mendapatkan perguruan tinggi negeri impian. Tak perlu khawatir bagi yang gagal SBMPTN, sebab masih ada jalur mandiri UB 2021.
Sejumlah perguruan tinggi negeri termasuk Universitas Brawijaya (UB) membuka seleksi jalur mandiri. Jalur ini bisa menjadi kesempatan kedua untuk meraih bangku kuliah. Apalagi banyak di antaranya tetap memanfaatkan nilai ujian tulis berbasis komputer (UTBK) sebagai salah satu komponen seleksi, salah satunya Universitas Brawijaya (UB).
Universitas Brawijaya merupakan universitas negeri di kota Malang dan menjadi perguruan tinggi favorit. Melalui situs resminya selma.ub.ac.id, UB merilis jadwal seleksi jalur mandiri yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa S-1, D-4, dan D-3.
Seleksi dilaksanakan berdasarkan penilaian hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Tahun 2021 serta prestasi akademik dan non akademik dalam dua gelombang. Bagi yang ingin berkuliah di universitas tersebut berikut rincian pengumuman jalur mandiri UB 2021, termasuk jadwal, cara daftar, syarat, dan biaya pendaftarannya.
Gelombang I
- Pembayaran biaya pendaftaran UTBK : 2 Juni 2021-16 Juni 2021 pukul 23.59 WIB
- Pengisian data UTBK dan finalisasi : 2 Juni 2021-17 Juni 2021 pukul 23.59 WIB
- Pengumuman hasil seleksi : 23 Juni 2021 pukul 13.00 WIB
Gelombang II
- Pembayaran biaya pendaftaran UTBK : 18 Juni 2021-13 Juli 2021 pukul 23.59 WIB
- Pengisian data UTBK dan finalisasi : 18 Juni 2021-14 Juli 2021 pukul 23.59 WIB
- Pengumuman hasil seleksi : 17 Juli 2021 pukul 13.00 WIB
Cara Daftar Jalur Mandiri UB 2021
1. Melakukan pembuatan akun di laman https://admisi.ub.ac.id;
Baca Juga: Jalur Mandiri SIMAK UI 2021: Jadwal, Cara Daftar, dan Biaya Pendaftaran
2. Memilih Seleksi Mandiri UB 2021 pada halaman dashboard;
3. Melakukan pengisian data UTBK 2021 berupa Nomor Peserta, NISN dan NPSN;
4. Melakukan konfirmasi kesesuaian data UTBK dan mendapatkan Kode Pembayaran;
5. Melakukan pembayaran biaya pendaftaran menggunakan Kode Pembayaran;
6. Calon peserta membayar biaya pendaftaran melalui Bank BNI, Bank Mandiri atau atau Bank BRI seluruh Indonesia dengan menyertakan KODE PEMBAYARAN (13 digit);
7. Setelah pembayaran berhasil, peserta melakukan konfirmasi pembayaran pada laman admisi. Harap menggandakan (fotocopy) struk bukti bayar setidaknya 1 (satu) lembar sebagai bukti cadangan;
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?
-
Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?
-
Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok
-
Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani
-
Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas
-
Momen Kajari Karo Akui Salah di Depan Komisi III DPR Soal Kasus Amsal Sitepu: Siap Salah Pimpinan
-
Jadwal Pemulangan Jenazah Prajurit Indonesia Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Jumat Agung 2026 di Katedral Jakarta: Ini Jadwal Ibadah dan Lokasi Parkir Jemaat
-
Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah