Suara.com - Ribuan warga menyerbu sebuah desa di pinggiran kota Johannesburg, Afrika Selatan, setelah seseorang pekan lalu menemukan batu seperti kristal di sebuah ladang.
Menyadur Daily Sabah Rabu (16/6/2021) hal tersebut terjadi setelah seorang penggembala menemukan sebuah batu yang terlihat seperti kristal di desa KwaHlathi, lebih dari 300 kilometer dari Johannesburg.
Setelah berita tersebut tersebar, warga langsung menyerbu desa tersebut, meskipun ada peringatan dari pemerintah bahwa batu-batu itu bisa jadi tidak berharga.
Saat fajar, pria dan wanita langsung menggali tanah dengan sekop, bahkan ada yang menggali tanah dengan tangan kosong. Banyak yang menemukan batu misterius dan menyimpannya.
"Mereka nyata," ujar Magudulela, warga berusia 40-an yang sedang berjuang untuk memberi makan ketiga anaknya.
"Saya akan membeli mobil, rumah, mengirim anak-anak saya ke sekolah swasta," katanya kepada Agence France-Presse (AFP).
Temuan batu yang mirip berlian itu terjadi di daerah termiskin Afrika Selatan ketika pandemi Covid-19 memperburuk tingkat pengangguran desa itu.
Negara, yang terkenal secara internasional karena kekayaan mineralnya, masih memegang rekor penemuan berlian kasar terbesar di dunia. Batu berlian Cullinan banyak ditemukan pada tahun 1905 di kota pertambangan kecil dengan nama yang sama.
Afrika Selatan juga merupakan tempat lahirnya Proses Kimberley, sebuah skema sertifikasi internasional untuk menjaga agar berlian palsu tidak beredar di pasaran.
Baca Juga: Afrika Selatan Hadapi Gelombang Ketiga Virus Corona, Kasus Baru Tembus 9.000 Dalam Sehari
"Kami miskin, kami menganggur. Tapi ini bisa mengubah segalanya," kata Precious (38), yang tidak mau menyebutkan nama lengkapnya.
Dia menghabiskan malam itu dengan menggali bersama putra dan bayi perempuannya. Bocah itu membawa batu kristal transparan seukuran bola pingpong.
"Mereka tidak lelah, kami mencari uang," seru Precious.
Ada pembicaraan tentang "orang asing" yang membeli batu-batu itu seharga beberapa ratus rand di kota Ladysmith, daerah terdekat dari temuan batu itu.
Namun para ahli mengatakan sangat kecil kemungkinannya untuk batu itu menjadi berharga. "Ini bukan berlian, orang-orang di sini hanya membuang-buang waktu," kata Bhekumuzi Luvuno, (18), dengan skeptis memeriksa salah satu batu yang dia gali semalam.
Pihak berwenang selama akhir pekan meminta penggali untuk meninggalkan daerah itu, dengan alasan pembatasan virus corona, tetapi tidak berhasil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora
-
Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri
-
Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi