- Jusuf Kalla mengkritik keanggotaan Indonesia dalam BOP karena kontradiksi antara misi perdamaian dan konflik yang terjadi.
- JK menekankan dukungan Indonesia pada BOP harus sejalan dengan komitmennya terhadap kemerdekaan Palestina.
- JK memperingatkan Prabowo agar menyesuaikan anggaran negara karena tren penurunan pendapatan negara dan pajak.
Suara.com - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), memberikan catatan kritis terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung ke dalam organisasi BOP.
JK menilai, meski ide dasar pembentukan organisasi tersebut baik untuk perdamaian, namun dalam praktiknya seringkali terjadi kontradiksi.
JK menyoroti bagaimana misi perdamaian yang diusung sering kali berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan, di mana konflik justru tetap pecah tak lama setelah kesepakatan dibuat.
"Sebenarnya ide BOP itu bagus. Upaya untuk perdamaian selalu baik, cuma kita harus melihat praktiknya bagaimana," ujar JK di Kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).
"Jangan kita baru bikin BOP, tapi baru satu minggu sudah menyerang, berperang dengan negara lain. Jadi makna BOP itu menjadi bertentangan dengan niatnya," katanya menambahkan.
Lebih lanjut, JK meminta pemerintah untuk memantau efektivitas keanggotaan Indonesia di BOP dalam beberapa bulan ke depan.
Ia menegaskan, bahwa dukungan Indonesia terhadap BOP harus berbanding lurus dengan komitmen organisasi tersebut terhadap kemerdekaan dan kedamaian di Palestina.
JK juga mengingatkan agar Indonesia tetap menjaga kedaulatan politik luar negerinya dan tidak terjebak dalam kepentingan politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
"Jangan hanya menjadi lambang atau pengikut dari Trump saja. Ujian terakhirnya adalah cara mendamaikan Palestina dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, (dan) hanya mendukung Israel, ya buat apa?" tegasnya.
Baca Juga: Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
Selain menyoroti isu geopolitik, tokoh yang akrab disapa Pak JK ini juga melontarkan peringatan keras mengenai kondisi ekonomi nasional.
Ia menyoroti tren penurunan pendapatan negara dan penerimaan pajak yang mulai terasa dampaknya.
JK menyarankan agar pemerintahan Presiden Prabowo mulai melakukan penyesuaian anggaran dengan memangkas pengeluaran-pengeluaran yang dianggap tidak mendesak guna menghindari potensi krisis ekonomi.
"Sekarang ada masalah ekonomi, pajak turun, pendapatan negara pasti turun. Jadi negara harus menyesuaikan itu. Jangan terlalu membikin pengeluaran terbesar yang tidak terlalu penting. Karena kalau tidak, di situ masalahnya nanti. Kalau begini terus, negara bisa menjadi krisis ekonomi," ungkapnya.
Terkait berbagai masukan tersebut, JK mengaku sudah menyampaikan poin-poin krusial secara garis besar saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana beberapa waktu lalu.
"Saya sampaikan beberapa, tidak sampai mendetail begini. Cuma bicara kenapa kita mempunyai perjanjian, kenapa tarif ini penting, dan apa akibat dari perang ini. Itu yang dibahas," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ternyata Ada Milioner Ini yang Bikin Donald Trump Berani Ancam Kuba di Depan Lionel Messi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Pakar Tuding Ada Kepentingan Terselubung dari Lionel Messi Usai Bertemu Trump, Apa Itu?
-
Beda Maradona dengan Lionel Messi! La Pulga Torehkan Noda Hitam Usai Bertemu Trump
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan
-
Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin
-
6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah
-
Momen Kaesang Pangarep Nobar Timnas Bareng Gubernur Sumsel, Tapi Prediksinya Meleset
-
Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru