- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menginstruksikan penghentian serangan rudal ke negara tetangga pada Sabtu (7/3/2026).
- Instruksi ini muncul setelah adanya laporan ledakan di Bandara Internasional Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
- Larangan serangan berlaku kecuali jika serangan balasan datang dari negara-negara tetangga tersebut, sebagai upaya de-eskalasi.
Suara.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian baru saja mengeluarkan instruksi krusial kepada angkatan bersenjata negaranya, untuk menghentikan seluruh serangan rudal ke negara-negara tetangga, Sabtu (7/3/2026).
Langkah ini diambil di tengah laporan ledakan yang mengguncang Bandara Internasional Dubai dan suara dentuman keras di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab, pada Sabtu waktu setempat.
Dalam sebuah pesan video yang dirilis secara resmi, Pezeshkian mengungkapkan bahwa instruksi tersebut merupakan hasil keputusan dari entitas yang ia sebut sebagai dewan kepemimpinan sementara.
Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dalam postur militer Iran, yang sebelumnya sangat agresif terhadap wilayah-wilayah di sekitarnya pasca eskalasi konflik regional.
"Dewan kepemimpinan sementara menyetujui bahwa negara-negara tetangga tidak boleh lagi menjadi sasaran dan rudal tidak boleh ditembakkan," tegas Pezeshkian dalam pernyataan resminya.
Namun, larangan itu tidak berlaku "kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut," kata dia.
Pernyataan ini dianggap sebagai upaya de-eskalasi terhadap negara-negara Arab di sekitarnya, meskipun situasi di lapangan masih sangat cair.
Pezeshkian juga menyatakan bahwa ia “meminta maaf secara pribadi” atas dampak-dampak serangan yang telah terjadi sebelumnya.
Namun, permohonan maaf tersebut diikuti dengan peringatan keras bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi internal Iran yang sedang dalam masa transisi kepemimpinan. Ia memperingatkan agar kekuatan lokal tidak terjebak dalam skenario kekuatan asing.
Baca Juga: Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
"Kepada kelompok-kelompok di negara tetangga yang mungkin berpikir untuk menggunakan kesempatan ini untuk menyerang wilayah kami, saya sampaikan pesan ini: jangan menjadi alat imperialisme," lanjut Presiden Iran tersebut.
Berita Terkait
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Strategi Tempur Iran Dinilai di Atas Rata-Rata, Bisa Kelabuhi Israel dengan Cara Cerdik Ini
-
Developer Call of Duty Hampir Angkat Cerita Iran Serang Israel, tapi Dibatalkan
-
Jika Ini Terjadi, Purbaya Akui Harga BBM Subsidi Bisa Naik
-
Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
UU PPRT Disahkan Usai 22 Tahun Mangkrak, Aktivis: Kami Apresiasi Dasco
-
Gelapkan Uang Zakat Rp800 M, Pelaku Pakai Dana Umat untuk Investasi dan Beli Mobil Mewah
-
Ungkap Pertemuan Prabowo-Dudung, Seskab Teddy: Bahas Kondisi Pertahanan hingga Geopolitik Global
-
Julukan Scambodia Picu Amarah Phnom Penh, Pemerintah Kamboja Serang Media AS
-
Jawab Tantangan Gubernur Pramono, Bank Jakarta Pasang Target Jadi Orkestrator Ekonomi Ibu Kota
-
Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Tentara Israel yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Dijatuhi Hukuman Ringan
-
Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!
-
Ngeri! ChatGPT Diduga Bantu Teror Penembakan di AS yang Tewaskan 2 Orang
-
Gelontorkan Dana Tahap II, Pemerintah Percepat Perbaikan Rumah Terdampak Bencana