Suara.com - Pertanyaan seorang warganet pengguna Twitter atau yang biasa disebut sender menjadi perhatian. Pasalnya, ia bertanya mengenai kejanggalan dalam hubungan kekasihnya.
Pertanyaannya itu dibagikan di akun Twitter @Askrlfess pada Kamis (17/6/2021). Hingga berita ini dibuat, cuitan tersebut telah di-retweet 1.200 kali dan mendapatkan lebih dari 3.200 tanda like.
Sender ini mengatakan dirinya baru saja berpacaran. Namun, sang pacar sudah memintanya untuk foto 'pap' (post a picture) selfie sambil memegang foto KTP.
Karena merasa permintaan sang pacar aneh, ia pun bertanya ke warganet apakah hal tersebut normal atau tidak.
"Wajar nggak si aku baru pacaran tapi udah dimintain pap selfie sambil pegang KTP?," tanya sang sender di Twitter seperti dikutip oleh Suara.com, Kamis (17/6/2021).
Pertanyaan sender itu langsung ramai dijawab oleh warganet. Mereka kompak memperingatkan sang sender untuk berhati-hati dalam mengirim foto KTP.
Pasalnya, foto KTP itu bisa digunakan orang lain untuk melakukan penipuan hingga pinjaman online. Hal itu tentunya akan merugikan sang sender jika sampai terjadi karena menggunakan identitasnya.
"Jangan deh, temenku kemarin gini katanya mau buat tugas eh tahunya buat pinjaman online. Akhirnya temenku kena 11 juta lebih," beber warganet.
"Jangan mau gua yakin itu sengaja dia mau daftar sh0p*****ter pake identitas lu soalnya keranjang dia udah 99+ belum di co," pesan warganet.
Baca Juga: Heboh Petugas Damkar Makan Malam di Got usai Padamkan Api, Videonya Viral!
"Gak wajar. Jatuhnya toxic relationship. Ayo nder mundur aja. Tapi kalau kamu suka ngasih pap juga dan KTP di pegang fine-fine aja tapi hmm," kata warganet.
"Mau daftar pengajuan kredit kah? Jangan mau ntar tiba-tiba beberapa bulan ke depan, kamu diteror sama pihak debt colector ntah via telpon atau mungkin didatengin langsung, dan nama kamu otw masuk BI checking. Ya walaupun tetep bisa diurus, tapi jangan deh," jelas warganet.
"Bisa jadi datamu diambil buat pinjaman online. Entah dipakai sama dia. Entah dijual ke orang lain. Ati-ati. Jangan mau demi apapun," saran warganet.
"Itu mah mau pinjol online kali. Jangan pernah share sembarangan selfie sambil megang KTP, syarat pinjol itu gampang banget plis ati ati," tambah lainnya.
Selain komentar memperingatkan, ada juga warganet yang memberikan komentar kocak mengenai permintaan aneh pacar sender itu.
"Lu pacaran sama admin sho*****y dan d*** kali ye," celutuk warganet.
"Lu pacaran sama pinjol?," kelakar yang lain.
"Itu pacaran apa mau verifikasi akun?," tanya warganet.
"Pacarmu aplikasi sop***y kah?," sahut lainnya.
"Itu pacaran apa mau upgrade membership jadi go*** plus mbak?," komen warganet.
"Ini mau pacaran apa buka rekening?," sindir yang lain.
Kenali Bahaya Kirim Foto Selfie Pegang KTP Sembarangan
Aksi mengirim foto selfie dengan menggunakan KTP sembarangan dapat berakhir merugikan. Pasalnya, identitas KTP itu dapat dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk penyalahgunaan identitas hingga keuntungan pribadi.
Dilansir dari Lifepal -- jaringan Suara.com, Kaspersky merilis persentase 44 persen pengguna internet berbagi informasi pribadi di ranah publik. Informasi pribadi yang dibagikan antara lain, keterangan tanda penduduk (KTP), perincian keuangan, pembayaran, surat izin mengemudi (SIM), dan bahkan password.
Salah satu bahaya yang paling mengancam dari pengiriman foto selfie memegang KTP adalah bisa mendapatkan tagihan pinjaman online, padahal tidak pernah meminjam uang.
Apalagi, saat ini banyak pinjaman online yang hanya memberikan syarat cukup mudah bagi peminjamnya, yakni foto diri atau selfie dengan KTP. Kemudahan itu sendiri dapat menghadirkan beberapa celah tersendiri untuk penyalahgunaan identitas.
Pertama, data KTP berpotensi dijual ke layanan pinjaman lain. Meski berada di bawah pengawasan OJK, tetap saja kita tidak tahu apa yang terjadi dengan data kita.
Hasilnya, kita sering mendapatkan telepon dan pesan yang menawarkan berbagai produk pinjaman lain. Hal ini tentunya akan sangat menganggu.
Kedua adalah unggahan selfie dengan KTP dapat disalahgunakan oknum dari perusahaan pinjaman tersebut. Terlebih jika perusahaan pinjaman itu ilegal dan tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Situasi itu sangat membahayakan karena data KTP bisa disalahgunakan untuk pengajuan pinjaman di bank atau layanan pinjaman lain oleh oknum tersebut. Karena itu, jangan mudah menyebarkan foto KTP bahkan selfie sambil memegang KTP.
Lantas bagaimana jika data KTP sudah terlanjur dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab?
Anda bisa mengadukannya kepada pihak berwenang. Selain itu, ada juga tindakan pencegahan dengan selalu rutin mengecek data di SLIK OJK untuk memastikan ada atau tidak penyalahgunaan informasi pribadi kita.
Berita Terkait
-
Heboh Petugas Damkar Makan Malam di Got usai Padamkan Api, Videonya Viral!
-
Wanita Ini Beri Kejutan Rumah dan Mobil untuk Mertua, Alasannya Bikin Ikut Terharu
-
Pengantin Pria Diperlakukan Begini, Momen Haru Sungkeman Berubah Jadi Ngakak
-
Sering Hujat Ustaz Abdul Somad, Akun Medsos Dewi Tanjung Tiba-tiba Raib
-
Viral Momen Pernikahan di Aceh, Pengantin Wanita Disebut Kembaran Lesti Kejora
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!