Suara.com - Berita meninggal Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong memicu perhatian publik kepada nasib rencana tambang emas PT. Tambang Mas Sangihe. Pasalnya Wakil Bupati Helmud Hontong menolak pendirian tambang itu. Lalu seperti apa profil PT Tambang Mas Sangihe ini?
Sebelum meninggal, diketahui bahwa Helmud Hontong menolak izin operasi pertambangan emas dari PT. Tambang Mas Sangihe. Berdasarkan pemberitaan yang beredar, pembangunan tambang emas ini akan merusak lingkungan dan mengambil separuh wilayah yang dilindungi. Berikut profil PT. Tambang Mas Sangihe yang diketahui bukan milik pemerintah pusat.
Anak Perusahaan dari Kanada
PT. Tambang Mas Sangihe disingkat PT. TMS merupakan anak perusahaan dari Baru Gold Corp. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan asal Kanada yang sebelumnya bernama East Asia Minerals.
Baru Gold Corp sendiri merupakan perusahaan publik eksplorasi sumber daya mineral Kanada yang fokus pada pengembangan proyek produksi logam mulia di Indonesia. Saat ini, Baru Gold juga sedang menggarap proyek Miwah dan proyek Sangihe.
Kuasa Baru Gold Corp
Perusahaan Baru Gold Corp asal Kanada ini diketahui telah memegang saham mayoritas PT. Tambang Mas Sangihe atau PT. TMS. PT. TMS diketahui merupakan perusahaan pengoperasian tambang emas di Pulau Sangihe yang berlokasi di antara ujung utara Pulau Sulawesi (Indonesia) dan ujung selatang Manado (Filipina).
Baru Gold memegang sebanyak 70 persen saham dengan tiga perusahaan Indonesia memegang saham gabungan 30 persen sisanya. Tiga perusahaan Indonesia yang memegang 30 persen saham sisanya itu adalah PT. Sungai Balayan Sejati (10 persen), PT. Sangihe Prima Mineral (11 persen), dan PT. Sangihe Pratama Mineral (9 persen).
Jajaran Direksi
Baca Juga: Pelanggaran di Balik Izin Usaha Tambang Mas Sangihe
CEO Baru Gold Corp Terry Filbert menduduki posisi puncak dalam manajemen Baru Gold Corp dan PT. Tambang Mas Sangihe. Berikut susunan direksi PT. Tambang Mas Sangihe (TMS) selengkapnya:
- President and Director PT TMS: Terry Filbert
- Chief Geologist and Qualified Person: Frank Rocca
- Government Relations and Director TMS: Todotua Pasaribu
- General Manager and Director TMS: Garry Kielenstyn
Belum terlalu banyak informasi tentang perusahaan tambang emas ini. Seperti itulah profil PT Tambang Mas Sangihe yang heboh baru-baru ini.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai