Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan ulang tahun ke-60 pada hari ini, Senin (21/6/2021). Momen ini rupanya membuat mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut bahagia.
Melalui akun Twitternya, Ferdinand mengaku bahagia di hari ulang tahun orang nomor satu di Indonesia itu. Hal ini setelah ia membaca berbagai ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden Jokowi.
"Saya termasuk bahagia hari ini, di hari ulang tahun presiden Jokowi. Mengapa?," cuit Ferdinand di akun Twitter seperti dikutip oleh Suara.com, Senin (21/6/2021).
Ferdinand menjelaskan banyak masyarakat yang mengucapkan selamat ulang tahun ke Jokowi dengan bahasa Indonesia. Menurut pengamatannya, hanya segelintir orang saja yang mengucapkan selamat bertambah usia ke Jokowi menggunakan bahasa asing.
"Karena mayoritas yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada @jokowi menggunakan bahasa Indonesia. Hanya segelintir yang menggunakan Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab," lanjutnya.
Fakta itu membuat dirinya ikut senang dan bangga. Ia bahkan menyebut ucapan selamat ulang tahun ke Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dengan menggunakan bahasa Indonesia sangat berarti baginya.
"Bagi saya, ini sangat berarti!," tegas pegiat media sosial ini.
Cuitan Ferdinand itu mendapatkan beragam reaksi dari warganet. Berikut pendapat sejumlah warganet di kolom komentar:
"Orang indonesia ya bahasa Indonesia. Terkecuali orang luar yang mengucapkan nya. Kalau orang Arab pasti bahasa Arab luar dari Arab pasti bahasa Ingris," komen warganet.
Baca Juga: Jokowi Perintahkan Operasi Yustisi Prokes Covid-19 di 29 Daerah Merah
"Wadooohhb jangan gitu dong bro. Aku juga ngucapin pakai bahasa Arab," sahut warganet.
"Karena bangsa kita bangsa Indonesia bukan bangsa barat atau Arab apalagi kadrun bang," jelas warganet.
"Kalau bahasa Batak gimana bro?," tanya warganet.
"Aku Inggris deh hepi birdday yak ? Wakakakak," celutuk warganet.
Ultah ke-60 Tahun, Jokowi Tetap Kerja Seperti Biasa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini genap berusia ke 60 tahun, Senin (21/6/2021). Meski demikian, tak ada perayaan yang digelar meski kepala negara hari ini berulang tahun.
Berita Terkait
-
Jokowi Perintahkan Operasi Yustisi Prokes Covid-19 di 29 Daerah Merah
-
Ini Saran Kesehatan untuk Pak Jokowi dan Masyarakat Lain yang Memasuki Usia 60 Tahun
-
Jokowi Ulang Tahun, Rakyat Berikan Kado Pengajuan Judicial Review UU Minerba ke MK
-
Pede Serukan Duet Jokowi-Prabowo, Qodari: Gagasan 3 Periode Bukan Mimpi di Siang Bolong
-
Ulang Tahun ke-60, Simak 10 Potret Transformasi Presiden Jokowi Sejak Muda Berikut!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
-
Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan
-
Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji
-
22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa
-
Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!