Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan jika negaranya akan segera mengatasi pandemi Covid-19 seiring dengan berjalannya program vaksinasi.
Menyadur Anadolu Agency Selasa (22/6/2021) Recep Tayyip Erdogan menyampaikan hal tersebut pada peringatan Hari Ayah yang digelar secara online.
Menanggapi pertanyaan tentang pandemi dan kapan akan berakhir, Erdogan mengatakan Turki berada di depan negara lain dalam segala hal mulai dari layanan kesehatan hingga keselamatan publik sejak awal wabah Covid-19.
"Pada saat memasok vaksin sangat sulit, kami menjalankan jadwal vaksinasi yang cepat berkat koneksi yang kami buat secara tepat waktu. Kami memiliki beberapa kemunduran, tetapi kami juga mengatasi penundaan ini. Kami dalam kondisi yang baik sekarang. Mudah-mudahan musibah ini bisa segera kita atasi," harapnya.
Erdogan mengatakan studi vaksinasi domestik terus berlanjut dan ditargetkan akan mulai produksi pada September-Oktober.
"Saat ini, tingkat infeksi telah turun secara serius. Tapi kita perlu menurunkan tingkat ini lebih lanjut. Jumlah kasus sekitar 5.000 per hari. Kami pikir ini terlalu banyak. Jumlah kematian setiap hari sekitar 50. Kami juga tidak menginginkan ini," kata Erdogan.
"Harapan kami, kami berdua akan menurunkan jumlah kasus menjadi dua digit dan menurunkan jumlah kematian menjadi satu digit," sambungnya.
Erdogan juga menegaskan jika vaksinasi adalah alat terbaik untuk mencapai penurunan jumlah kasus Covid-19 di negaranya.
"Kami juga mengimpor vaksin dan kami akan terus melakukannya, dengan cepat," tambahnya.
Baca Juga: Ketersediaan Dosis Terbatas, WHO Buka Pabrik Vaksin Covid-19 di Afrika Selatan
Menanggapi pertanyaan tentang anti-vaxxers, Erdogan menyerukan untuk menghormati sains, dengan menekankan: "Tidak mungkin untuk menyangkal sains."
"Setiap individu bangsa kita harus tahu bahwa mereka memiliki kesempatan untuk mengakses vaksin yang belum dapat dijangkau oleh miliaran orang di dunia," katanya.
Turki pada hari Sabtu telah menurunkan usia yang dapat menerima vaksin Covid-19 menjadi minimal berusia 30 tahun.
Lebih dari 41,34 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan sejak Turki meluncurkan program vaksin massal pada pertengahan Januari.
Lebih dari 26,96 juta orang telah menerima dosis pertama, sementara lebih dari 14,38 juta telah menerima dua dosis pada hari Minggu, menurut data Kementerian Kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali
-
Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi
-
Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung