Suara.com - Seorang perempuan asal Kotapraja Hmawbi, Yangon, Myanmar, keguguran setelah dipukuli oleh tentara. Perempuan yang hamil dua bulan tersebut merupakan salah satu dari 40 orang yang ditangkap sehubungan dengan kebakaran di sekolah dasar di Desa Sein Shwe Kone pada 14 Juni 2021.
Perempuan itu dipukuli di hari yang sama ketika fotonya dalam sebuah aksi protes ditemukan di ponselnya.
“Mereka menemukan gambar-gambar itu dan membawanya pergi. Mereka menggunakan alat untuk mengecek ponsel (perempuan itu), sehingga foto yang telah dihapus dapat ditemukan,” ungkap seorang warga desa dikutip dari Myanmar Now, Senin.
Menurut warga desa, perempuan tersebut kemudian dibebaskan pada 16 Juni dan sedang mendapat perawatan medis.
Media lokal Myanmar Now tidak dapat menghubungi langsung perempuan tersebut saat berita ini dibuat.
Penduduk lokal mengungkapkan tentara tiba beberapa jam setelah kebakaran terjadi dan bertanya ke sejumlah orang mengenai serangan pembakaran itu.
Ketika warga desa tidak mengetahui apa-apa terkait peristiwa tersebut, tentara menuntut untuk mengetahui siapa yang terkait dengan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dan berpartisipasi dalam aksi protes.
Menurut warga setempat, sebanyak 10 orang ditangkap pada hari terjadinya kebakaran, kemudian lebih dari 30 orang ditangkap dua hari berikutnya, dan sekitar 1.000 orang diinterogasi.
Warga desa mengungkapkan banyak dari mereka yang ditahan menjadi sasaran pemukulan.
Baca Juga: Militer Myanmar Dilaporkan Bakar Satu Desa, Dua Lansia Tewas Terjebak Api
“Pertama mereka memukul lima kali dengan tongkat bambu dan bertanya siapa pelaku pembakaran. Ketika orang menjawab tidak tahu, mereka dipukul 10 kali dengan tongkat. Kemudian, 15 dan 20 kali apabila masih menjawab tidak tahu,” ungkap warga lain.
Para tentara juga disebutkan memeriksa daftar rumah tangga di desa untuk melihat anak-anak yang tidak bersekolah.
Berdasarkan keterangan warga lokal, tentara akan memukuli orang tua anak yang tidak sekolah.
Media yang dikendalikan junta menuduh terduga teroris yang berkaitan dengan NLD mengebom sekolah dan menyerang guru dan murid.
Pasukan pertahanan lokal yang setia kepada pemerintahan NLD membantah menargetkan warga agar rezim kudeta menyerahkan kekuasaan.
Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.
Berita Terkait
-
Majelis Umum PBB Sepakat Serukan Embargo Senjata ke Myanmar
-
Militer Myanmar Dilaporkan Bakar Satu Desa, Dua Lansia Tewas Terjebak Api
-
Ya Tuhan! Bayi Umur 6 Hari Tewas Terlantar di Kamp Pengungsi Myanmar
-
Berbulan-bulan Ditahan Junta Militer Myanmar, Jurnalis AS Akhirnya Dibebaskan
-
Sejumlah Orang akan Bersaksi di Sidang Aung San Suu Kyi
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
-
4 HP Snapdragon Paling Murah Terbaru 2025 Mulai Harga 2 Jutaan, Cocok untuk Daily Driver
Terkini
-
Masyarakat Apresiasi Gerak Cepat Bina Marga Pulihkan Jembatan Lawe Mengkudu 1
-
Komitmen Dukung Konektivitas, Bina Marga Telah Pulihkan 10 Titik Jembatan Terdampak di Aceh
-
Bicara Progres Penanganan Bencana, Ini Ultimatum Prabowo ke Pelanggar Hukum
-
Duduk Bareng Warga Batang Toru di Malam Tahun Baru, Prabowo Pesan 'Tidak Boleh Merusak Alam'
-
Kado Kemanusiaan dari Bundaran HI: Warga Jakarta Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra
-
Wali Kota Hasto Pasang Target Jam 2 Dini Hari Sampah Malam Tahun Baru di Kota Jogja Sudah Bersih
-
Bundaran HI Jadi Lautan Manusia, Pesta Kembang Api Tetap Hiasi Langit Penghujung Tahun Ibu Kota
-
Polisi Berkuda Polri Jaga Monas di Malam Tahun Baru, Warga Antusias hingga Antre Foto
-
Ogah Terjebak Macet, Wali Kota Jogja Pilih Naik Motor Pantau Keramaian Malam Tahun Baru
-
Malam Tahun Baru di Bundaran HI Dijaga Ketat, 10 K-9 Diterjunkan Amankan Keramaian