Suara.com - Nama Juru Bicara Presiden Jokowi, yakni Fadjroel Rachman, masuk dalam daftar calon duta besar RI.
Selain Fadjroel, ada pula nama Ketua Kamar Dagang Indonesia Rosan Roeslani, dan Gubernur Lemhanas Agus Widjojo.
Ketua Komisi 1 DPR Meutia Hafidz tak membantah nama-nama calon dubes tersebut.
"Kurang lebih demikian. Saya tidak bisa disclose satu persatu, tapi ya kurang lebihnya demikian," ujar Meutya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (25/6/2021).
Dalam daftar tersebut, Agus Widjojo ditempatkan menjadi untuk Republik Filipina dan merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands, serta Republik Palau.
Kemudian Fadjroel Rachman ditempatkan menjadi Dubes Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan.
Selanjutnya Rosan Perkasa Roeslani ditempatkan menjadi Dubes Amerika Serikat.
Fadjrol menanggapi secara diplomatis atas daftar calon dubes tersebut. Ia mengatakan, tugas dari Jokowi adalah anugerah.
"Apapun tugas negara yang diarahkan Presiden Joko Widodo kepada saya adalah anugerah tak ternilai. Karena tugas negara ada tugas mulia, di mana pun, untuk kejayaan negara dan bangsa menuju Indonesia Maju," ujar Fadjroel.
Baca Juga: Elit Parpol Pendukung Nongkrong, Pengamat: Merugikan Jokowi
Berikut daftar nama-nama calon dubes tersebut:
- Ade Padmo Sarwono untuk Kerajaan Yordania Hashimiah merangkap Palestina, berkedudukan di Amman.
- Bebeb AK Djundjunan Untuk Republik Yunani, berkedudukan di Athena.
- Tatang BU Razak untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda, Barbados dan Federasi Saint Kitts dan Nevis, berkedudukan di Bogota.
- Pribadi Sutiono untuk Republik Slowaki, berkedudukan di Bratislava.
- Siswo Pramono untuk Australia merangkap Republik Vanuatu, berkedudukan di Canberra.
- Triyogo Jatmiko untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Burundi dan Republik Rwanda, berkedudukan di Dar Es Salaam.
- Heru Subolo untuk Republik Rakyat Bangladesh merangkap Republik Demokratik Federal Nepal, berkedudukan di Dhaka.
- Okto Dorinus Manik untuk Republik Demokratik Timor Leste, berkedudukan di Dili.
- Mayjen TNI Gina Yoginda untuk Republik Islam Afghanistan, berkedudukan di Kabul.
- Sunarko untuk Republik Sudan, berkedudukan di Khartoum.
- Dewi Tobing untuk Sri Lanka merangkap Republik Maladewa, berkedudukan di Kolombo.
- Lena Maryana Mukti untuk Kuwait, berkedudukan di Kuwait City.
- Ghafur Akbar Dharmaputra untuk Ukraina merangkap Republik Armenia, dan Georgia, berkedudukan di Kyiv.
- Rudy Alfonso untuk Republik Portugal, berkedudukan di Lisabon.
- Muhammad Najib untuk Kerajaan Spanyol merangkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO) berkedudukan di Madrid.
- Ardi Hermawan untuk Kerajaan Bahrain, berkedudukan di Manama.
- Agus Widjojo untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands dan Republik Palau, berkedudukan di Manila.
- Ina Hagniningtyas Krisnamurthi untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan, berkedudukan di New Delhi.
- Fadjroel Rachman untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, berkedudukan Nur-Sultan.
Berita Terkait
-
Elit Parpol Pendukung Nongkrong, Pengamat: Merugikan Jokowi
-
TKN Jokowi-Ma'ruf Reunian di Resto Saat Kasus Covid-19 Tinggi, Analis: Contoh Kurang Baik
-
Malari Sebut Habib Rizieq Lebih Dipercaya Dibanding Presiden Jokowi
-
Sidak PPKM Mikro di Jakarta, Jokowi: Percuma Buat Kebijakan Tapi di Bawah Tak Berjalan
-
Sidak PPKM Mikro di Rawasari Cempaka Putih, Jokowi Ngobrol-ngobrol sama Warga
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM