Suara.com - Sebuah proposal untuk melegalkan praktik poliandri di Afrika Selatan menarik perhatian banyak orang. Jika disetujui, proposal itu akan mengizinkan seorang wanita memiliki lebih dari satu suami.
Menyadur Post Courier Senin (28/06), seorang akademisi top di Afrika Selatan, Prof Collis Machoko mengatakan hal ini tidak terlalu mengejutkan. ia menyebut ini semua tentang masalah kontrol.
"Masyarakat Afrika belum siap untuk kesetaraan yang sesungguhnya. Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan wanita yang tak bisa kami kendalikan," ujarnya.
Afrika Selatan memiliki salah satu konstitusi paling liberal di dunia yang merangkul pernikahan sesama jenis dan juga poligami.
Menurut Prof Machoko, cinta adalah alasan utama pria bersedia menjalin hubungan poliandri dan mereka tak ingin mengambil risiko kehilangan istri.
Beberapa pria lain menyebut mereka tak puas secara seksual dengan istri sehingga menyetujui praktik ini untuk menghindari perselingkuhan atau perceraian.
Sementara itu, alasan terakhir yang membuat suami setuju istrinya menikah dengan pria lain adalah kemandulan. Dengan begitu, istri bisa tetap melanjutkan garis keturunan.
Salah satu tokoh TV, Musa Mseleku yang memiliki 4 istri menentang proposal ini. Bintang reality show tentang keluarga poligami ini berkata, poliandri menghancurkan budaya Afrika.
"Bagaimana dengan anak-anak dari orang-orang itu? Bagaiman mereka mengetahui identitas mereka?"
Baca Juga: Raffi Ahmad Tegaskan Tak Mau Poligami, Alasannya Bikin Kagum
"Wanita sekarangtidak bisa mengambil peran pria. Ini tak pernah terdengar. Akankah wanita sekarang membayar lobola (mahar) untuk pria" Akankah pria itu mengambil nama keluarganya?"
Dalam poliandri, wanita sering memulai hubungan dan mengundang suami untuk bergabung dengan 'serikatnya'. beberapa ada yang bayar mahar, sedangkan yang lain memiliki untuk berkontribusi pada mata pencaharian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Timur Tengah Memanas, DPR Segera Panggil Kementerian Haji Bahas Nasib Jemaah Umrah
-
Ketegangan Memuncak: Korban Jiwa di Iran Tembus 1.145 Orang
-
Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas
-
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Sering Telat, DPR Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
-
Kubu Yaqut Pertanyakan Keabsahan Kerugian Negara Rp622 M: Nilainya Berubah-ubah
-
Hak Korban Kekerasan Seksual Terabaikan, LBH APIK Kritik Penerapan RJ dan Pemotongan Anggaran
-
Kerugian Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Beberkan Bukti Audit BPK di Praperadilan Yaqut
-
Menag Lapor Presiden Takbiran di Bali Tetap Jalan Saat Nyepi, Tanpa Sound System dan Dibatasi Jam
-
Habiburokhman Ungkap Alasan Kuat Program MBG Masuk Pos Pendidikan: Siswa Adalah Bagian Terpenting
-
Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi Ungkap Rantai Kekerasan Jerat 709 Tahanan Politik Muda Indonesia