Suara.com - Jalan hidup seseorang tidak pernah ada yang tahu. Seperti itulah yang dirasakan Adi (37), di suatu siang di langit Kota Hujan yang terasa teduh.
Selama dua tahun terakhir, ia mantap mengabdikan diri sebagai konselor Korban Penyalahgunaan NAPZA (KPN) di Balai Residen "Galih Pakuan" Bogor.
Namun, siapa sangka Sang Konselor KPN ini, pernah berada di lembah ‘hitam’ bergelimang barang ‘haram’ sebagai mantan KPN sejak usia belia.
"Jadi, saya kenal narkoba itu sejak tahun 2002 dan menjadi pemakai hingga tahun 2015," ungkap pria asal Riau, Pekanbaru itu.
Hidup Adi pun menjadi berantakan tidak karuan, seperti perubahan regresif dengan sulit berpikir jernih dan sering berkonflik, baik di kehidupan sosial maupun pribadi.
Kondisi getir saat istri minta cerai, anak-anak dan teman pun menjauh. “Di mata keluarga, saya dianggap sampah yang tidak berguna lagi," kenang Adi, getir.
Kendati menyandang stigma negatif yang melekat pada diri Adi, keluarga tidak menyerah dengan mengirim Adi ke pusat rehabilitasi narkoba di Jawa Barat.
"Saat itu, saya melewati proses hampir satu tahun lalu pulang dan beberapa bulan kembali relapse atau kambuh," terang Adi.
Pada situasi relapse itu, Adi merasa semakin tak bisa mengontrol pemakaian pada narkoba, sehingga kekacauan dalam segala sisi hidupnya semakin menjadi-jadi.
Baca Juga: Puan Maharani Minta Perang Melawan Narkoba Tak Dikendurkan Meski Ada Pandemi
Keluarga kembali memasukan ke pusat rehabilitasi narkoba, namun sebelumnya Adi sempat merasakan dinginnya hotel prodeo akibat barang haram pada tahun 2016.
"Pada tanggal 16 November 2016, keluarga membuat keputusan terakhir untuk memasukkan saya ke Balai Rehabilitasi Galih Pakuan di Bogor," ungkap Adi.
Begitu menginjakkan kaki di Galih Pakuan, gejolak penolakan dirasakan Adi sebab bapak dua anak ini belum menerima kenyataan bahwa dia harus direhabilitasi lagi.
"Saya merasa bukan ini (rehabilitasi) yang dibutuhkan, tapi ada hal lain yaitu dari lingkungan saya di luar," kata Adi.
Berkat pendekatan sepenuh hati dari Pekerja Sosial dan Konselor Adiksi Balai "Galih Pakuan" perlahan tapi pasti kepercayaan diri Adi dan rasa kasih sayang yang telah sirna tumbuh dan bersemi.
Layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang diberikan kepada Adi mulai dari Asesmen Komprehensif untuk menyiapkan data masalah kebutuhan dan potensi yang ada dalam diri Adi, pendekatan motivasional untuk menanamkan pola pikir kepada Adi bahwa dia perlu pertolongan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina