Suara.com - Pandangan bahwa virus corona berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan, China -- yang secara luas sudah dibantah sebagai teori konspirasi -- seakan "naik kelas" dan dipakai oleh Donald Trump untuk menggerakkan para pendukungnya.
Sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menguatkan hipotesis tersebut, tapi mantan presiden Amerika Serikat itu mengatakan "dirinya benar melempar klaim bahwa virus berasal dari kebocoran laboratorium".
Trump mengatakan yakin bahwa virus corona adalah "hasil rekayasa ilmiah di sebuah laboratorium di kota Wuhan".
"Saya dulu mengatakan ini berasal dari Wuhan - ini berasal dari laboratorium," kata Trump saat berbicara di hadapan pendukungnya yang terdiri dari pria dan wanita dengan topi merah bertulis "Jadikan Amerika Hebat Kembali".
Baca juga:
- Donald Trump sejak awal tahu virus corona 'mematikan', sebut buku karya wartawan senior
- Anak laki-laki Presiden AS positif terinfeksi Covid-19, Trump: 'Dalam sekitar dua detik, putra saya sekarang baik-baik saja'
- Cek fakta pernyataan Trump tentang virus corona, dari 'suntikan disinfektan matikan virus corona' hingga angka 'kematian AS yang rendah'
Mereka berkumpul di sebelah barat daya Cleveland. Dalam pidatonya, ia merujuk pada virus yang mematikan dan asal usulnya.
Trump mengatakan ketika itu "orang-orang tak percaya dengan omongannya".
Tapi kemudian, dia menjelaskan, orang-orang melihat pandangannya dengan cara yang berbeda. "Sekarang mereka mengatakan: Kemungkinan besar ini berasal dari laboratorium Wuhan."
Para pendukung Trump bersorak setuju saat ia berbicara mengenai teori kebocoran laboratorium.
Baca Juga: Studi: Percaya pada Teori Konspirasi Covid-19 Justru Bikin Tambah Cemas
Media dan saintis di Amerika secara umum tidak menganggap serius teori virus corona berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan.
Memang, ada April 2020, saat Trump masih menjabat presiden, mengatakan bahwa osejumlah pihak meneliti teori kebocoran-laboratorium.
Saat itu, virus telah mendatangkan malapetaka di AS, menjungkirbalikan perekonomian, dan menghancurkan karier politik Trump.
Lebih dari 600.000 orang di AS meninggal dipicu virus corona, dan ini masih terus berlanjut menimbulkan dampak yang mengerikan di negara itu, dan seluruh dunia.
Yang sebenarnya terjadi adalah, asal mula virus secara definitif masih belum diketahui, dan teori mengenai virus itu berasal dari kebocoran-laboratorium masih dalam taraf ide, sebuah hipotesis yang belum terbukti kebenarannya.
Namun, bagi banyak orang teori ini masuk akal, sebagian dikarenakan tak ada bukti yang bisa mendukung teori-teori lain.
Sebuah laporan rahasia intelijen AS - mengatakan tiga peneliti di laboratorium Wuhan pernah dirawat di rumah sakit pada November 2019. Hal ini terjadi sebelum virus menyebar antara manusia di kota Wuhan - beritanya menyebar di media AS pada Mei 2020.
Tim dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pergi ke Wuhan awal tahun ini, dan setelah itu, para ilmuan mulai berbicara mengenai kemungkinan virus itu berasal dari sebuah laboratorium.
Ahli penyakit menular sekaligus penasihat presiden bidang virus corona, Anthony Fauci, berbicara mengenai teori kebocoran laboratorium dan asal mula virus selama wawancara dengan jurnalis BBC World News Amerika, Katty Kay.
Fauci mengatakan bahwa virus ini "jauh lebih mungkin sebagai kejadian alami ... tapi kami akan tetap akan terbuka dengan kemungkinan-kemungkinan lain. Kebanyakan saintis meyakini ini adalah kejadian alami".
Bulan Mei lalu, Presiden Joe Biden memerintahkan penyelidikan intelijen mengenai asal mula virus corona.
Hasil dari penyelidikan ini rencananya akan dirilis dalam beberapa waktu ke depan.
Mereka yang bekerja di laboratorium Wuhan di China, membantah kebocoran dari dalam fasilitas.
Para pejabat China mengungkapkan kemarahan terhadap tuduhan tersebut, dan mengatakan tak ada satu pun yang tahu dari mana virus itu berasal. Tapi China sendiri dituduh menghambat penyelidikannya sejak awal.
https://twitter.com/SpoxCHNinUS/status/1407057820088995849
Pada awalnya, kebanyakan ilmuwan di AS menolak teori kebocoran laboratorium. Mereka mengatakan kemungkinannya virus berasal dari binatang, mungkin kelalawar.
Namun, komentator dari kelompok konservatif mengaggungkan gagasan Trump bahwa virus dibocorkan dari laboratorium di Wuhan, kota di mana kasus pertama dilaporkan. Para ilmuwan melakukan penelitian pada kelalawar di laboratorium di Wuhan Institute of Virology, dan Trump mengeklaim virus dibocorkan dari fasilitas penelitian.
Cerita tentang teori kebocoran-laboratorium beredar secara reguler di media-media konservatif.
Akibatnya, para simpatisan Partai Republik cenderung lebih kenal dengan teori itu dibandingkan simpatisan Partai Demokrati, menurut survei Morning Consult. Sekitar 46% pendukung Republik mengatakan mereka sering mendengar tentang teori itu, sementara pendukung Demokrat tak sampai seperempat yang pernah mendengar.
Trump telah memanfaatkan penilaian awal mengenai virus ke dalam politik.
David Cohen, guru besar ilmu politik dari Universitas Akron menjelaskan, "Trump ingin mengatakan, 'Lihat, saya benar mengenai ini. Orang-orang tidak mendengarkan saya [mengenai kebocoran laboratorium], dan ini semua telah menjadi kebenaran'."
Trump tidak mungkin meyakinkan banyak simpatisan Demokrat, atau menggaet pengikut baru, hanya karena dia punya pandangan mengenai kebocoran laboratorium. Dia telah membuat banyak kesalahan mengenai virus corona, membuat sejumlah klaim mengejutkan yang keliru, semua telah tercatat liputan para jurnalis.
Dia tetap sangat tidak populer di banyak negara bagian AS.
Namun, ia menggunakan kontroversi asal mula viru untuk menunjukkan kepada pendukungnya, dia telah menang atas orang-orang yang pernah menyerangnya. Para pendukungnya, menyukai ini, termasuk dirinya.
Salah satu pendukung Trump, seorang insinyur dari Ohio, Paul Rickey sangat bersemangat dalam pertemuan itu dan menyatakan antusias terhadap Trump dan teorinya mengenai virus corona.
"Menurut saya, Trump merasakan mendapat pembenaran, dan pastinya, semua orang di sini merasakan pembenarannya," kata Rickey.
- Apa dampak Trump lolos pemakzulan bagi dirinya, Biden, dan AS?
- Donald Trump sejak awal tahu virus corona 'mematikan', sebut buku karya wartawan senior
- Cek fakta pernyataan Trump tentang virus corona, dari 'suntikan disinfektan matikan virus corona' hingga angka 'kematian AS yang rendah'
Banyak orang di pertemuan tersebut mengatakan mereka berharap para ilmuwan membawa ide Trump mengenai kebocoran-laboratorium secara serius sejak dini.
"Ini berasal dari laboratorium. Memangnya dari mana lagi?" kata James Cropp, seorang buruh pabrik yang tinggal di Wellington.
Dia berjalan melintasi lapang rumput, sambil menyanyikan lagu Elton John, salah satu musisi favorit Trump. "Kenapa Anda tidak mengejar soal asal mula penyakit ini?" kata Cropp.
Cropp dan yang lainnya di ruang publik itu mendiskusikan berbagai teori mengenai virus, menguliti penelitian "memperoleh-fungsi", upaya laboratorium untuk mengintensifkan virus, tingkat diskusi ilmiah yang jarang di dengar di rapat umum politik. Hampir semua setuju pada satu hal: Trump benar, tapi media mengabaikannya.
"Dia benar-benar tepat," kata Hope Baros, yang datang dari Knox, Indiana bersama suaminya, Jeff, anggota serikat buruh, sambil mendiskusikan teori Trump mengenai virus. "Tentu saja," kata suaminya, berdiri di dekatnya. "Seratus persen."
Tak lama kemudian, Michael Barnes, seorang kontraktor yang tinggal di Valparaiso, Indiana mengenakan kaos terusan berwarna putih yang menyerupai penyanyi rock Elvis Presley, melangkah mendekati mereka. "Media itu suka mengarang fakta mereka sendiri," kata Barnes, "dan tidak bergantung pada sains."
Sementara yang lain mengatakan, mereka senang melihat bahwa sains telah mengikuti analisis Trump mengenai virus, dan asal usulnya.
Hayley Keith, seorang tukang cukur yang bekerja di Wellington, mengatakan kelompok lliberal mengejek Trump karena pandangannya mengenai virus.
Ia mengatakan banyak yang mengejek Trump dan para pendukungnya karenan teori kebocoran laboratorium ini.
Ia meyakini bahwa sikap Trump sudah benar, demikian dengan sikap yang diambil oleh para pendukungnya.
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden