Suara.com - Beredar sebuah video memperlihatkan lapak tes swab antigen murah yang berada di pinggir jalan.
Video tersebut beredar di jejaring media sosial Tiktok. Kebutuhan tes swab antigen mulai naik saat kasus positif covid-19 yang kian melonjak.
Lapak tes swab antigen tersebut memberikan penawaran mulai dari harga Rp 70 ribuan.
Sepanjang jalan tersebut dipenuhi dengan banner yang memperlihatkan persaingan harga di masing-masing lapak.
Mereka juga memberikan pilihan paket harga untuk tes swab antigen.
Lapak tersebut tampak ramai pengunjung yang hendak melakukan tes swab antigen.
Berbagai Macam Harga
Dalam video yang beredar, terlihat lapak tes swab antigen itu menyediakan berbagai harga.
Mereka tampak memberikan penawaran harga tes swab antigen di bawah Rp 100 ribu.
Baca Juga: Viral Kios Antigen Berjajar di Pinggir Jalan, Warganet: Kayak Tukang Pulsa
Lapak tes swab antigen tersebut diketahui berada di daerah Warung Buncit, Jakarta Selatan.
Klinik tes swab antigen itu terlihat berderet di sepanjang jalan seperti konter pulsa.
Pada malam hari, klinik tersebut ramai dipenuhi pengunjung yang hendak melakukan tes swab antigen.
Dalam video tersebut, lapak tes swab antigen itu ada yang melayani hingga 24 jam.
Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 74 ribu hingga Rp 89 ribu.
Harga tersebut diketahui lebih murah dari harga tes swab antigen pada umumnya yang berkisar Rp 200 ribuan.
Komentar Warganet
Video yang beredar tersebut mencuri perhatian warganet. Mereka ikut memberikan komentar mengenai video itu.
"Laku keras euy, bisa kebeli helikopter," balas warganet.
"Kayak tukang pulsa wkwkwk gini-gini yang swab bukan dokter lagi karena beli alat dari online," timpal warganet.
"Untung besar, kerjanya cuma colok itu hidup cepet kaya ya bisnis antigen," komentar warganet.
"Persaingan di atas penderitaan rakyat," ujar warganet lain.
Berita Terkait
-
Viral Kios Antigen Berjajar di Pinggir Jalan, Warganet: Kayak Tukang Pulsa
-
Viral, Perempuan Injak Al-Quran dan Bakar Bendera Indonesia
-
Pria Pamer Tumpukan Uang dalam Brankas, Publik: Kemalingan Nanti Nangis
-
Penerjemah Bahasa Isyarat Viral karena Jelaskan 'Dua Pria Telanjang' Saat Konferensi Pers
-
FGD: Transpuan Semakin Terabaikan di Masa Pandemi Covid-19?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
Terkini
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari