Suara.com - Pemerintah Jakarta membutuhkan tambahan tenaga kesehatan untuk menangani pasien terkonfirmasi Covid-19 yang setiap hari jumlahnya terus meningkat. "Tenaga profesional ini butuh lagi 2.156 (orang). tenaga vaksinator perlu ditambah lagi 5.139 (orang) ya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Rabu (30/6/2021).
Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jakarta pada Selasa (29/6/2021), kemarin saja, tercatat terjadi penambahan 7.379 orang. Jika ditotal-total, seluruh pasien yang tersebar di berbagai rumah sakit di Jakarta, kemarin, mencapai 535.788 orang.
Kebutuhan nakes di Jakarta sudah mendesak dan sejauh ini terbantu dengan keberadaan sukarelawan terlatih. "Kan kebutuhan nakes tidak bisa diciptakan dengan cepat. Tenaga-tenaga sukarelawan yang nanti ditraining itu nanti disiapkan."
Selain menambah jumlah tenaga kesehatan, pemerintah provinsi juga terus meningkatkan fasilitas tempat tidur isolasi pasien, ICU, isolasi terkendali hingga obat-obatan.
"Rumah sakit rujukan, okupansi daripada tempat tidur RS ditingkatkan, kemudian juga nakes, ruang ICU, semuanya. Lab, vitamin, obat-obatan, masker semuanya ditingkatkan," kata dia.
Segera buka RS darurat
Kemarin, Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani meminta pemerintah pusat dan daerah segera membuka rumah sakit darurat dengan memanfaatkan gedung-gedung milik pemerintah seperti pusat pendidikan dan latihan, stadion olahraga atau GOR, untuk mengatasi lonjakan pasien.
"Termasuk pusdiklat yang dimiliki sejumlah BUMN karena itu koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN perlu dilakukan," kata Muzani dalam keterangan pers.
Menurut dia, pembukaan RS darurat menjadi penting karena peningkatan jumlah kasus positif terus terjadi secara signifikan di banyak daerah.
Baca Juga: Sejak Awal Pandemi, 400-an Tenaga Kesehatan di Balikpapan Tumbang Terpapar Covid-19
Dia juga meminta agar fasilitas yang ada di kompleks Gelora Bung Karno digunakan untuk membuka RS darurat karena saat ini Jakarta merupakan zona merah yang laju peningkatan kasus Covid-19 terbesar di Indonesia.
"Kami menyarankan agar beberapa fasilitas gedung di kompleks GBK Senayan digunakan untuk RS darurat tersebut. Seperti di Tennis Indoor dan sarana lainnya, karena RS di area Jabodetabek mayoritas telah melebihi kapasitas yang menyebabkan antrean panjang pasien," ujarnya.
Muzani menjelaskan saat ini fasilitas kesehatan yang ada di RSD Wisma Atlet telah melebihi kapasitas sehingga menyebabkan pasien harus menunggu antrean.
Muzani menilai, khusus wilayah Jakarta, untuk kondisi seperti saat ini, tidak mungkin bergantung pada RSD Wisma Atlet yang sudah hampir melebihi kapasitas, yang menyebabkan pasien positif lainnya harus mengantri.
"Dan pembukaan RS darurat juga perlu dilakukan di daerah-daerah zona merah Covid-19 khususnya di Pulau Jawa. Beberapa asrama haji juga dapat difungsikan sebagai RS darurat terutama setelah ibadah haji ditiadakan tahun 2021," katanya.
Dia menilai, dalam situasi seperti ini yang diperlukan adalah kerjasama yang maksimal antara semua pihak seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa.
Berita Terkait
-
Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas
-
Viral Nakes Bikin Konten Joget saat Pasien Dioperasi
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil