- TNI AL Kodaeral XIII mengadakan latihan tempur khusus di Tarakan, Kalimantan Utara, untuk mempertahankan kedaulatan wilayah udara Indonesia.
- Latihan yang berpusat di Tarakan pada Rabu (4/5) mensimulasikan penangkisan serangan udara musuh menggunakan persenjataan canggih KRI.
- Pangkoarmada RI menekankan bahwa latihan rutin ini bertujuan mempertajam kemampuan prajurit dalam mengoperasikan Alutsista penangkal serangan udara.
Suara.com - TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus memperkuat otot pertahanan di wilayah perbatasan. Melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII, mereka menggelar latihan tempur khusus guna memastikan wilayah udara Indonesia tetap steril dari ancaman asing.
Latihan intensif ini berpusat di Markas Kodaeral XIII, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Rabu (4/5). Tarakan sendiri merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menjelaskan bahwa rangkaian latihan dimulai dengan apel kesiapan pasukan untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi siaga tertinggi.
Simulasi Tangkis Serangan dari Pesisir
Dalam latihan tersebut, para prajurit diskenariokan menghadapi ancaman serangan udara yang datang dari arah pesisir. Tidak hanya kesiapan personel, TNI AL juga mengerahkan berbagai persenjataan canggih yang tersemat di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk menetralisir ancaman tersebut.
Denih menegaskan, latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya krusial untuk mempertajam kemampuan prajurit dalam mengoperasikan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) penangkal serangan udara.
"Setiap prajurit harus memiliki naluri tempur, respons cepat, dan profesionalisme tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas," tegas Denih saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/5).
Lebih lanjut, Denih berharap latihan simulasi ini dapat melatih insting para prajurit agar mampu mengambil keputusan yang cepat dan akurat di situasi genting. Kecepatan dalam menangkal serangan udara menjadi kunci kedaulatan wilayah laut dan udara Indonesia.
Guna memastikan kesiapan tempur tetap berada di level optimal, Denih memastikan agenda serupa akan terus dilaksanakan secara berkala.
Baca Juga: Breaking News! Pesawat Bonanza TNI AL Dikabarkan Kecelakaan di Runway Bandara Juanda
"Latihan ini akan terus bergulir secara rutin guna mempertebal kekuatan pertahanan Indonesia," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Pesawat TNI AL Bonanza G36 Crash Landing di Juanda, Awak Selamat dan Hanya Alami Kerusakan Ringan
-
Terungkap! TNI AL Gagalkan Penyelundupan 445 Lembar Kulit Ular Piton di Bakauheni
-
Breaking News! Pesawat Bonanza TNI AL Dikabarkan Kecelakaan di Runway Bandara Juanda
-
KSAL: Puluhan Marinir Tertimbun Longsor Cisarua Sedang Jalani Latihan Pengamanan Perbatasan
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Momen Mayor Windra Sanur Pamit ke Jokowi Usai 8 Tahun Mengawal: Kini Emban Tugas Baru di Tangerang
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Haji 2026 Dimulai: 391 Jemaah Kloter Pertama Resmi Bertolak ke Madinah via Bandara Soetta
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon