News / Nasional
Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:15 WIB
Personel TNI AL mengerahkan senjata meriam pertahanan udara saat latihan di markas Kodaeral XIII, Rabu (4/3/2026) (Humas Koarmada RI)
Baca 10 detik
  • TNI AL Kodaeral XIII mengadakan latihan tempur khusus di Tarakan, Kalimantan Utara, untuk mempertahankan kedaulatan wilayah udara Indonesia.
  • Latihan yang berpusat di Tarakan pada Rabu (4/5) mensimulasikan penangkisan serangan udara musuh menggunakan persenjataan canggih KRI.
  • Pangkoarmada RI menekankan bahwa latihan rutin ini bertujuan mempertajam kemampuan prajurit dalam mengoperasikan Alutsista penangkal serangan udara.

Suara.com - TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus memperkuat otot pertahanan di wilayah perbatasan. Melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII, mereka menggelar latihan tempur khusus guna memastikan wilayah udara Indonesia tetap steril dari ancaman asing.

Latihan intensif ini berpusat di Markas Kodaeral XIII, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Rabu (4/5). Tarakan sendiri merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menjelaskan bahwa rangkaian latihan dimulai dengan apel kesiapan pasukan untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi siaga tertinggi.

Simulasi Tangkis Serangan dari Pesisir

Dalam latihan tersebut, para prajurit diskenariokan menghadapi ancaman serangan udara yang datang dari arah pesisir. Tidak hanya kesiapan personel, TNI AL juga mengerahkan berbagai persenjataan canggih yang tersemat di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk menetralisir ancaman tersebut.

Denih menegaskan, latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya krusial untuk mempertajam kemampuan prajurit dalam mengoperasikan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) penangkal serangan udara.

"Setiap prajurit harus memiliki naluri tempur, respons cepat, dan profesionalisme tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas," tegas Denih saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/5).

Lebih lanjut, Denih berharap latihan simulasi ini dapat melatih insting para prajurit agar mampu mengambil keputusan yang cepat dan akurat di situasi genting. Kecepatan dalam menangkal serangan udara menjadi kunci kedaulatan wilayah laut dan udara Indonesia.

Guna memastikan kesiapan tempur tetap berada di level optimal, Denih memastikan agenda serupa akan terus dilaksanakan secara berkala.

Baca Juga: Breaking News! Pesawat Bonanza TNI AL Dikabarkan Kecelakaan di Runway Bandara Juanda

"Latihan ini akan terus bergulir secara rutin guna mempertebal kekuatan pertahanan Indonesia," pungkasnya. (Antara)

Load More