Suara.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali sudah berjalan empat hari sejak diberlakukan pada Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (6/7/2021). Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkap masih ada mobilitas masyarakat meski PPKM sudah diterapkan.
"Selama beberapa hari pelaksanaan PPKM Darurat mobilitas masyarakat terlihat cukup tinggi," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/7/2021).
Menurut Wiku, tingginya mobilitas masyarakat tersebut perlu ditekan supaya peningkatan penularan Covid-19 pun dapat menurun. Karena itu ia meminta kepada masyarakat untuk bisa mematuhi ketentuan yang berlaku selama masa PPKM Darurat.
"Jika masyarakat tidak ada kepentingan yang mendesak maka diminta untuk dapat tinggal di rumah saja untuk meminimalisasi risiko penularan," ujarnya.
Selain itu, Wiku juga mengungkapkan bagi masyarakat yang bekerja pada sektor esensial dan kritikal bisa memenuhi persyaratan dokumen sebelum melakukan kegiatan. Salah satu contoh dokumennya ialah surat tanda registrasi pekerja yang diberlakukan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Selain itu bagi sektor non esensial diminta untuk dapat mematuhi peraturan terkait PPKM Darurat yang mewajibkan pegawainya untuk sepenuhnya work from home (WFH)."
Berita Terkait
-
Covid-19 Naik Tajam, Wapres Ma'ruf: Pemerintah Tengah Hitung Tambahan Anggaran
-
Peti Gratis untuk Jenazah Covid-19 di Jakarta
-
Fenomena Panic Buying dan Peningkatan Penggunaan Media di Tengah Pandemi
-
Angka Kesembuhan Tinggi dan BOR Rendah, Bobby Sukses Jalankan PPKM Mikro
-
Puluhan Nakes di Jember Terpapar COVID-19, Kelelahan Tangani Lonjakan Pasien
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan