"WHO dan jaringan pakar internasionalnya sedang memantau perubahan pada virus. Sehingga jika mutasi signifikan teridentifikasi, kami dapat memberi tahu negara dan publik tentang perubahan apa pun yang diperlukan untuk bereaksi terhadap varian tersebut, dan mencegah penyebarannya," ucap WHO dikutip dari situs resminya, Rabu (2/6/2021).
WHO bersmaa para pakar telah membentuk sistem untuk mendeteksi sinyal potensi VOI atau VOC dan menilainya berdasarkan risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan masyarakat global.
Pelabelan varian baru virus SARS CoV-2 itu kemudian diberi nama dengan angka. Namun untuk memudahkan penyebutannya, WHO memutuskan untuk mengubah nama varian virus corona SARS CoV-2, terutama 10 varian yang menjadi perhatian global.
"Saat ini, kelompok ahli yang diselenggarakan oleh WHO ini telah merekomendasikan penggunaan label menggunakan huruf Alfabet Yunani, yaitu, Alpha, Beta, Gamma yang akan lebih mudah dan praktis untuk dibahas oleh khalayak non-ilmiah," kata WHO.
Berikut nama baru 10 varian virus corona SARS CoV-2 yang jadi perhatian WHO dan para ahli dalam penanganan pandemi Covid-19:
1. Alpha
Untuk varian virus corona dari Inggris yang diumumkan sejak 18 Desember 2020. Sebelumnya dilabeli B117.
2. Beta
Untuk varian virus corona dari Afrika Selatan yang diumumkan sejak 18 Desember 2020. Sebelumnya dilabeli B1351.
Baca Juga: Setelah Bupati, Giliran Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Terpapar Covid-19
3. Gamma
Untuk varian virus corona dari Brasil yang diumumkan sejak 11 Januari 2021. Sebelumnya dilabeli P1.
4. Delta
Untuk varian virus corona dari India yang diumumkan sejak 4 April 2021. Sebelumnya dilabeli B1617.2.
5. Epsilon
Untuk varian virus corona dari Amerika Serikat yang diumumkan sejak 5 Maret 2021. Sebelumnya dilabeli B1427/B1429.
6. Zeta
Untuk varian virus corona dari Brasil yang diumumkan sejak 17 Maret 2021. Sebelumnya dilabeli P2.
7. Eta
Untuk varian virus corona yang berasal dari banyak negara, diumumkan sejak 17 Maret 2021. Sebelumnya dilabeli B1525.
8. Theta
Untuk varian virus corona dari Filipina yang diumumkan sejak 24 Maret 2021. Sebelumnya dilabeli P3.
9. Iota
Untuk varian virus corona dari Amerika yang diumumkan sejak 24 Maret 2021. Sebelumnya dilabeli B1526.
10. Kappa
Untuk varian virus corona dari India yang diumumkan sejak 4 April 2021. Sebelumnya dilabeli B1617.1.
Berita Terkait
-
Setelah Bupati, Giliran Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Terpapar Covid-19
-
Muncul Gerakan Tabung Oksigen Gratis, Relawan Ini Pinjamkan Khusus Pasien Covid-19 di DKI
-
8 Jenis Obat Dijual di Atas HET dan Langka di Medan
-
Batam Bakal Kirimkan 7 Isotank Oksigen Untuk Bantu Pasien Covid-19 di Pulau Jawa
-
Duh! Usai Gelar Hajatan, 88 Warga Desa Kecis di Wonosobo Terpapar Covid-19
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme