Suara.com - Seorang ayah di China menangis bahagia ketika bertemu kembali dengan putranya yang diculik 24 tahun lalu. Pria 51 tahun ini sudah menghabiskan seluruh hidupnya untuk melacak sang putra.
Menyadur Daily Mail Rabu (14/07), pria bernama Guo Tang menempuh perjalanan sejauh 310 ribu mil di seluruh China selama dua dekade untuk mencari sang anak.
Kisahnya bahkan diangkat menjadi film tahun 2015 yang berjudul 'Lost and Love' yang dibintangi Andy Lau. Pelaku penculikan telah merencanakan untuk menculik bocah dengan tujuan menjualnya demi uang.
Polisi berhasil melacak menggunakan tes DNA dan keluarga itu bersatu kembali pada hari Minggu dalam suasana yang sangat emosional.
Kembali pada perjalanannya 24 tahun terakhir, Guo sudah memasuki sekitar 20 provinsi di seluruh penjuru China dengan sepeda motornya untuk mencari jejak sang putra.
Ia mengibarkan bendera dengan cetakan wajah putranya di bagian belakang motor agar orang-orang mudah mengidentifikasi jika ada titik terang.
Selama pencarian, ia mengalami patah tulang, beberapa kali kecelakaan dan bahkan bertemu dengan perampok. Ia juga sudah mengganti sepeda motor 10 kali karena rusak selama berjuang.
Seluruh tabungannya ludes untuk misi ini, ia bahkan tidur di bawah jembatan dan mengemis. Selama usahanya, Guo justru membantu tujuh orangtua lainnya untuk bersatu kembali dengan anak-anak mereka yang diculik.
Perjuangannya membuat Guo jadi pentolan di organisasi orang hilang di China. "Sekarang anak itu telah ditemukan, semuanya hanya bisa bahagia mulai saat ini," ujarnya saat bertemu kembali dengan sang anak.
Baca Juga: Bikin Haru! Kisah Perjuangan Kakek 93 Tahun Sembuh dari Covid-19
Menurut laporan lokal, sang putra yang bernama Guo Xinzhen lulus dari universitas dan sekarang bekerja sebagai guru.
Andy Lau juga mengungkapkan kegembiraannya atas berita bahagia ini. "Saya mengagumi kegigihan Anda dan memberi penghargaan atas upaya bertahun-tahun dari departemen keamanan publik."
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar