Suara.com - Sebuah pesan berbunyi "Kami semua mundur, maaf atas ketidaknyamanan ini" di plang restoran Burger King Lincoln, Nebraska, membuat heran banyak orang.
Menyadur NBC News Rabu (14/07), berbagai selisih internal antara staf, manajemen dan pemilik waralaba mewarnai latar belakang pemasangan pengumuman itu.
Mantan manajer umum di restoran cepat saji itu, Rachel Flores mengatakan tak ada AC untuk staf yang bekerja di dapur sehingga mereka bekerja sambil kehausan dan kepanasan.
Wanita ini bekerja di Burger King Lincoln pada bulan Agustus dan dengan cepat dipromosikan sebagai manajer bagian umum di tempat barunya.
Meskipun sebelumnya ia sudah pernah bekerja di Burger King berbeda dan akrab dengan lingkungannya, ia tak siap menghadapi perselisihan dari manajer tingkat atas.
Pada Today, Flores mengatakan mengalami masalah selama berbulan-bulan, termasuk staf yang sedikit, pergantian manajerial, dan kondisi kerja yang sibuk.
“Kami benar lelah dengan manajemen tingkat atas dan mereka tidak datang untuk membantu, tidak peduli dengan karyawan,” kata Flores. "Ketika saya menjadi manajer umum, itu menjadi lebih gila dengan banyak bos berbeda."
Restoran yang seharusnya beroperasi denganl ima hingga tujuh staf hanya memiliki dua atau tiga pekerja yang aktif.
Ia juga menyebut lingkungannya sangat tak mendukung karena staf dibiarkan bekerja tanpa AC sementara suhu di dapur sangat panas.
Baca Juga: Wow! Burger King Malaysia Rilis Burger dengan Daging yang Disiram Saus Cokelat
"AC tidak bekerja dan suhu mencapai pertengahan 90-an hampir setiap hari. Itu menyebabkan karyawan dehidrasi... Butuh tiga atau empat minggu untuk memperbaikinya. Suatu hari saya pernah sangat dehidrasi."
Flores dan beberapa rekannya sudah memberitahu manajeman tentang hal ini tapi ia justru dituduh berbohong dan diejek seperti bayi karena terus mengadu.
Flores akhirnya dipecat, hanya beberapa hari sebelum ia memutuskan untuk mengundurkan diri. Segera setelah itu, semua staf Burger King ikut keluar dari pekerjaan mereka, meskipun tak jelas apakah itu dipecat atau mundur.
“Pengalaman kerja yang dijelaskan di lokasi ini tidak sejalan dengan nilai merek kami,” kata juru bicara Burger King dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke TODAY.
"Pewaralaba kami sedang melihat situasi ini untuk memastikan ini tidak terjadi di masa depan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
-
Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat