Suara.com - Seorang anak perempuan berusia 2 tahun selamat tanpa cedera setelah ibunya melemparkannya ke tempat yang aman saat mereka melarikan diri dari gedung tinggi yang terbakar di kota Durban, Afrika Selatan, selama aksi protes.
Sang ibu, Naledi Manyoni, 26 tahun, pada Rabu (14/7/2021) mengatakan, bahwa dia berada di lantai 16 ketika kebakaran mulai terjadi pada Selasa (13/7). Kemudian, dia berlari menuruni tangga bersama putrinya.
Manyoni berjalan ke suatu pinggiran yang sempit di atas jalan dan melemparkan putrinya yang masih balita itu ke sekelompok orang yang berada di bawah saat sejumlah orang lainnya di sekitarnya berteriak ketakutan.
"Setelah melemparnya, saya kaget, tapi mereka berhasil menangkapnya," kenang Manyoni di luar gedung saat putrinya duduk di pundaknya.
"Dia terus berkata, 'Mama kau melemparku ke sana.' Dia takut," ujarnya.
"Yang penting adalah putri saya bisa keluar dari situasi itu ... saya tidak bisa melarikan diri sendirian dan meninggalkannya," kata Manyoni sementara putrinya, yang mengenakan mantel dan kerudung merah, mengoceh dan bertepuk tangan.
Mereka berdiri di jalan di depan toko-toko yang telah dibakar dan diobrak-abrik.
Afrika Selatan berada dalam salah satu pergolakan terburuk di era pasca-apartheid, yang dimulai ketika mantan Presiden Jacob Zuma dipenjara pekan lalu karena mangkir hadir dalam penyelidikan kasus korupsi.
Aksi protes dimulai di provinsi asal Zuma, yakni KwaZulu-Natal, pada Sabtu (10/7).
Baca Juga: Kerusuhan di Afrika Selatan Meluas, Korban Tewas Lebih dari 70 Orang
Namun, aksi protes itu segera berubah menjadi penjarahan massal, pembakaran dan kerusuhan di provinsi Durban dan Johannesburg, yang merupakan pusat kegiatan komersial Afrika Selatan. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Kerusuhan di Afrika Selatan Meluas, Korban Tewas Lebih dari 70 Orang
-
Afrika Selatan Rusuh, Aksi Penjarahan Merajalela hingga Tewaskan Puluhan Jiwa
-
Mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma Menyerahkan Diri ke Polisi
-
Wow! Perempuan di Negara Ini Bisa Menikahi Lelaki Sebanyak Mereka Mau?
-
Heboh Afrika Selatan Bakal Legalkan Poliandri, Pengamat: Tidak Mengejutkan
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok