Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini akan melibatkan Karang Taruna untuk memperkuat layanan dapur umum. Sebab, pengelolaan dapur umum masih membutuhkan banyak tenaga.
“Jadi, kemarin itu ada permintaan kepada kami dari karang taruna di Jakarta untuk membantu dapur umum. Kami setuju kalau untuk membantu, tapi kalau mendirikan itu terlalu berat,” ujar Risma di Jakarta, Jumat (16/7/2021).
Kata Risma, awal pekan depan, pihaknya akan menggelar zoom meeting para karang taruna dari kota-kota besar untuk memberikan arahan seperti apa bantuan yang diperlukan di dapur umum tersebut.
“Silakan saja kalau untuk membantu dapur umum, karena namanya memasak itu berat loh. Tugas karang taruna juga akan ditambah dengan kegiatan membagikan masker dan vitamin bagi masyarakat, ” kata Risma.
Menurut Risma, pembagian masker itu penting sebab dengan pendekatan disiplin menggunakan masker maka sekitar 80 persen akan ampuh mengurangi penyebaran pandemi Covid-19 dan pembagian vitamin sebagai upaya untuk penguatan daya tahan tubuh.
Hingga saat ini, sudah terdapat layanan dapur umum di 7 kota yaitu di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bogor, Solo, Bali dan Jojgakarta. Pendirian dapur umum dilakukan sebagai upaya Kementerian Sosial mendukung kebijakan pemerintah dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali 3 – 20 Juli 2021.
Layanan dapur umum di 7 kota tersebut, mulai dari menyiapkan dan membagikan paket makanan siap saji dan telur rebus bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman), Tenaga Kesehatan (nakes), pemulung, petugas penyekatan, serta warga marjinal.
Selain itu, untuk pembagian paket makanan siap saji dan telur juga dibagikan kepada beberapa Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan rumah sakit. Mensos meminta pengelola dapur umum bergerak cepat untuk bisa menyediakan makanan siap saji agar masyarakat merasakan kehadiran negara.
Selama ini, berbagai pihak telah terlibat dan berkolaborasi dalam pengelolaan dapur umum dari para pegawai balai-balai milik Kementerian Sosial, pilar-pilar sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Baca Juga: PPKM Darurat Jawa-Bali Belum Optimal, Menko Luhut Binsar Pandjaitan: Saya Minta Maaf
Berita Terkait
-
Dapur Umum Bantu Warga Isolasi Mandiri di Kota Tangerang
-
Permintaan Bantuan Makanan Meningkat, Mensos Minta Jajarannya Siapkan Perluasan Dapur Umum
-
Mensos Pastikan Layanan Dapur Umum Siap Dukung PPKM Darurat
-
Intip Dapur Umum Peduli Covid-19 di Karet Semanggi
-
Siapkan Makanan, Para Relawan Berbagi Tugas di Dapur Umum Surabaya
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak