Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melakukan upaya secara massif dalam menekan mobilitas masyarakat yang masih tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ma'ruf pada rapat pengarahan kepada seluruh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jabar melalui konferensi video pada Kamis (22/07/2021).
Adapun temuan tersebut diketahuinya dari data dari Google Community Mobility Report hingga 16 Juli 2021. Mobilitas masyarakat masih terlihat baik di tempat berbelanja, tempat wisata hingga lingkungan kantor.
"Sehingga untuk Provinsi Jabar diperlukan upaya tambahan agar pelaksanaan pembatasan dapat lebih baik," katanya.
Ma'ruf menyampaikan, dalam penerapan PPKM di Jabar masih terdapat sektor esensial dan sektor kritikal yang beroperasi, salah satunya pedagang. Karena itu, menurutnya perlu pengaturan dan pengawasan yang ketat terutama dalam protokol kesehatan supaya tidak tercipta klaster baru dari aktivitas niaga.
“Masalah pemberlakuan PPKM level, levelling. Maka untuk PKL (Pedagang Kaki Lima), khusus PKL di pasar-pasar yang diberikan kesempatan untuk bisa berusaha, supaya jangan sampai ini prokes (protokol kesehatan) nya tidak diperhatikan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ma'ruf juga menekankan akan pentingnya percepatan distribusi dan pemberian vaksinasi kepada masyarakat di Jabar.
Sebab, berdasarkan Data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar) tercatat kasus konfirmasi positif harian mencapai 536 ribu kasus dan Jabar berkontribusi 18 persen terhadap kasus nasional serta berada di urutan kedua tertinggi di Indonesia pada 21 Juli 2021.
Untuk itu, diperlukan koordinasi yang sinergis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam pendistribusian vaksinasi agar kekebalam kelompok/herd immunity dapat terwujud di Jabar.
Baca Juga: Ridwan Kamil Minta 27 Kabupaten/Kota di Jabar Terapkan PPKM Level 4
“Mengenai percepatan vaksinasi saya sarankan agar selalu dikoordinasikan dari kalangan Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, dengan Pemerintah Provinsi (Jawa Barat) agar distribusi dan targeting berjalan sesuai dengan sasarannya," tuturnya.
Menutup arahannya, Ma'ruf pun berpesan bahwa di tengah situasi pandemi yang sedang genting saat ini, kerja keras dan kerja sama sangat diperlukan.
Selain itu, koordinasi pun harus ditingkatkan agar tidak terdapat perbedaan data maupun perbedaan pandangan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sehingga seluruh masyarakat bisa mendapat perhatian dengan baik.
“Saya juga ingin mengetahui bahwa semua pihak telah bekerja keras dan telah menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Tapi memang [mengatasi] pandemi perlu ekstra kerja keras dan kerja sama bahu membahu antara pusat dan daerah,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada
-
Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!
-
Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan
-
Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama
-
Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal
-
Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!
-
Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari