Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan kasus positif di Indonesia kembali bertambah sebanyak 49.071 orang, Jumat (23/7/2021), sehingga total kasus menembus 3.082.410 orang.
Dari jumlah itu, ada tambahan 1.566 orang meninggal sehingga total menjadi 80.598 jiwa meninggal dunia.
Angka kematian hari ini mencetak rekor tertinggi sepanjang pandemi covid-19 di Indonesia.
Kemudian, ada tambahan 39.988 orang yang sembuh sehingga total menjadi 2.431.911 orang lainnya dinyatakan sembuh.
Sementara kasus aktif naik 8.517 menjadi 569.901 orang, dengan jumlah suspek mencapai 267.866 orang.
Angka tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan 274.246 spesimen dari 202.385 orang yang diperiksa hari ini.
Total spesimen yang sudah diperiksa sejak kasus pertama covid-19 hingga hari ini adalah 24.388.300 spesimen dari 16.583.441 orang.
Tercatat sudah 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota yang terinfeksi virus COVID-19.
Data kemarin, positif 3.033.339 orang, 561.384 orang kasus aktif, 2.392.923 orang sembuh, dan meninggal 79.032 jiwa.
Baca Juga: Celine Evangelista Ternyata Sudah 2 Kali Positif Covid-19
Sepekan naik
Tambahan kasus positif covid-19 Indonesia turun di bawah 50 ribu dalam lima hari terakhir. Namun, penurunan kasus baru itu diikuti juga dengan berkurangnya jumlah tes harian yang dilakukan.
Data Satgas Penanganan Covid-19 tercatat sejak 18 Juli 2021, jumlah tes terus turun di bawah 140 ribu per hari. Padahal sebelumnya ditargetkan jumlah testing harian selama PPKM Darurat lebih dari 320 ribu per hari.
"Peningkatan testing perlu menjadi salah satu hal yang kita perhatikan. Jumlah penurunan orang yang diperiksa dalam empat hari terakhir perlu untuk segera dikejar. Karena semakin tinggi testing, maka semakin banyak kasus yang terdeteksi dan ditangani sejak dini," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis (22/7).
Peningkatan justru terjadi pada angka kematian. Wiku menyebut, dalam tujuh hari berturut-turut jumlah orang yang meninggal akibat covid-19 selalu di atas seribu.
Meski begitu, angka kesembuhan juga ikut meningkat, dalam dua hari terakhir rata-rata di atas 30 ribu. Tetapi, peningkatan angka kesembuhan saja tidak cukup.
Tag
Berita Terkait
-
Celine Evangelista Ternyata Sudah 2 Kali Positif Covid-19
-
CDC: Orang Vaksin Covid-19 Lengkap Berisiko Kecil Sebarkan Virus Corona
-
China Mulai Pengujian Covid-19 Massal, Jalur Kereta Ditutup
-
Heboh Ajakan Aksi Jokowi End Game, Polri Angkat Bicara
-
Senin Depan, Pentolan SID Jerinx Dipanggil Polda Metro Jaya
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
8 Orang Termasuk Pegawai Pajak Diamankan saat KPK Gelar OTT di Jakarta
-
Skandal Pajak Jakut Terbongkar: OTT KPK Sita Gepokan Uang dan Valas, Oknum Pegawai Pajak Diringkus
-
Gelar Rapat Lagi di Aceh, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR Serahkan Laporan Kordinasi ke Pemerintah
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba