Suara.com - Dua judoka asal Jepang, Hifumi Abe dan Uta Abe masuk dalam buku sejarah perhelatan Olimpiade karena menjadi atlet bersaudara pertama yang meraih medali emas di hari yang sama pada Olimpiade Tokyo.
Sayangnya, beberapa warganet Indonesia di media sosial Facebook salah mengira atlet tersebut adalah atlet asal Indonesia.
Beberapa komentar yang dibubuhkan oleh warganet itu dirangkum oleh akun Twitter @idnkeras dan menjadi viral. Sedikitnya 4 ribu pengguna telah menyukai unggahan tersebut.
Dalam unggahan Twitter Indonesia Keras, terlihat sebuah berita yang menginformasikan atlet Jepang Hifumi Abe dan Uta Abe yang menjadi kakak beradik pertama penyabet medali emas olimpiade Tokyo.
Sontak, warganet Facebook memberikan komentar selamat kepada dua atlet itu. Mereka merasa bangga karena ada atlet Indonesia yang memenangkan medali emas Olimpiade Tokyo. Berikut beberapa komentar salah alamat yang dirangkum oleh Suara.com.
"Indonesia pasti bangga punya anak bangsa yang cemerlang merah putih berkibar untuk perolehan medali emas," ujar warganet.
"Bravo Indonesia... saya bangga dan terharu dengan semangat putra putri bangsa meskipun dalam situasi pandemi Covid-19," tambah yang lain.
"Inilah pengobat duka mereka berjuang untuk nama besar Indonesia walaupun negaranya masih berduka mereka membawa nama harum untuk Indonesia," tutur warganet.
Komentar-komentar yang salah itu ditanggapi oleh warganet Twitter. Beberapa dari mereka tertawa melihat tingkah warganet Facebook itu.
Baca Juga: Penting, Petugas Vaksinasi Juga Perlu Dapat Perlindungan dari Covid-19
"Padahal dari gambar udah keliatan bendera jepang didadanya," ujar warganet.
"Gara - gara ini saya jadi buka Facebook, yang sudah sekian abad tidak pernah saya akses," tambah yang lain.
"Dikira kalo pake jaket merah itu dari Indonesia wkwkw," tutur yang lain.
"Ga heran klo hoax bisa dicerna seutuh-utuhnya," kata warganet.
"Diatas adalah contoh warga yang kaget akan teknologi, tidak ada sosialisasi, yang dia tau hanya komen dan like begitu, sudah," pungkas warganet.
Berita Terkait
-
Penting, Petugas Vaksinasi Juga Perlu Dapat Perlindungan dari Covid-19
-
Link Nonton Anime Tokyo Revengers Subtitle Indonesia
-
Kebijakan Makan 20 Menit Dijadikan Bahan Lelucon, dr Tompi Beri Respons Menohok
-
Spesifikasi PC Escape From Naraka, Dukung Ray Tracing dan DLSS
-
Masak Mi untuk Pacar, Kakak Warganet Ini Malah Dimarahi karena Tak Pakai Sosis Viral
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir