Suara.com - Pakar penyakit menular atau epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman memprediksi Indonesia bakal menjadi salah satu negara terakhir yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19.
Dicky mengatakan prediksi ini berdasarkan kajian ilmu epidemiologi, dia juga pernah memprediksi Indonesia akan menghadapi krisis kesehatan pada pertengahan tahun 2021, lalu menyebut Indonesia akan jadi episentrum Covid-19 dunia.
"Sekarang saya keluarkan lagi prediksi bahwa Indonesia akan keluar dari pandemi ini dalam gelombang terakhir, ada juga beberapa negara lain, itu juga atas analisa," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Kamis (29/8/2021).
Dia menjelaskan, sejak awal Indonesia sudah terlambat melakukan pencegahan bahkan beberapa pejabat pemerintahan selalu menyangkal dan mementingkan ekonomi semata.
"Itu saja sudah membuat kita terlambat lebih dari sebulan karena penyangkalan dan sebagainya, ini posisi yang tidak menguntungkan, respon awal yang cepat dan tepat harusnya sangat penting," ucapnya.
Selain itu, meski sudah terlambat, Indonesia juga tidak mau mengutamakan sektor kesehatan sejak awal penanganan.
"Ketika kita bisa memiliki kesehatan dan ekonomi, fokus kita di awal kita pilih bareng-bareng saat itu, padahal kita masih bisa memilih salah satu, sekarang sudah tidak bisa memilih salah satu, akan berat dan banyak penentangan," tutur Dicky.
Dicky menyebut hal ini disampaikannya kepada pemerintah agar segera mengambil langkah pencegahan agar prediksinya tidak terwujud.
"Semua prediksi ini menyasar para pengambil keputusan bisa digunakan sebagai dasar untuk strategi mitigasi agar prediksi ini tidak terbukti, sehingga bisa dibuat strategi mitigasi," pungkasnya.
Baca Juga: Sulitnya Siswa Tuna Netra di Sumsel Belajar Daring saat Pandemi COVID 19
Berita Terkait
-
Epidemiolog Griffith University: Vaksin Membuat Optimisme Masyarakat Naik
-
Waduh, Denny Darko Ramalkan Lebaran di Tahun Ini Masih dalam Suasana Pandemi Covid-19
-
Sulit Keluar dari Pandemi, Politisi Partai Demokrat: Masih Nego dengan Para Buzzer
-
Kasus Covid-19 Belum Landai, Maruf Amin Minta Kepala Daerah Kerja Ekstra
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek