Suara.com - Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Tim 11 Ajak Tutup TPL melakukan aksi jalan kaki dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara ke Jakarta. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang terlibat konflik lahan dengan masyarakat di kawasan Danau Toba.
Tim 11 Ajak Tutup TPL sebenarnya sudah sampai di Jakarta setelah menempuh waktu 44 hari. Namun, para aktivis yang melakukan aksi jalan kaki diberhentikan oleh aparat kepolisian di kawasan Bundaran Senayan, Jakarta.
Mereka kemudian diminta untuk putar balik dan membubarkan diri. Selain mereka juga diminta untuk dilakukan tes swab antigen.
"Setelah disetop ratusan polisi di Tugu Pemuda (Bundaran Senayan), dengan senjata lengkap, lalu kami dipaksa untuk swab antigen, 22 orang diperiksa," kata Togu Simorangkir, penginisiasi aksi jalan kaki dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).
Togu mengaku merasa aneh dengan tes massal swab antigen tersebut, pasalnya hanya dirinya yang dinyatakan reaktif covid. Kemudian tim pun diangkut menuju Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.
Namun di Wisma Atlet nasib mereka yang diangkut disebut tak jelas. Akhirnya dengan mobil aparat mengangkut tim menuju Rusun Pasar Rumput.
"Terus KTP kami dikumpulin, lalu didata. Habis itu kami dibiarin. Sebagian dibawa ke Polres Jakarta Pusat. Usai itu baru dibebaskan," tuturnya.
Togu mengatakan, akibat diamankan oleh aparat kepolisian membuat aksi jalan kaki ini menyisakan jarak 8 kilometer lagi menuju istana negara untuk menyampaikan aspirasi ke Presiden Jokowi. Ia mengatakan bakal mengatur strategi kembali.
"Tim 11 akan stay di Jakarta sampai Pak Presiden punya waktu untuk bertemu. Kalau enggak ketemu, ya enggak pulang kami. Aku akan terus menunggu," tuturnya.
Baca Juga: Keterisian Tempat Tidur di RSDC Saat Ini 38 Persen, Presiden Jokowi: Patut Kita Syukuri
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat audiensi kepada Presiden Jokowi. Surat dikirim pada Senin (26/7/2021) langsung ke istana. Namun istana belum merespons.
"Surat sudah kami masukkan dan telah tercayat sistem elektronik persuratan Setneg. Kami tinggal menunggu waktu bapak presiden yang sangat rendah hati, mau berdialog langsung dengam rakyatnya,” tuturnya.
Aksi Tutup TPL
Salah satu relawan Aliansi Tutup TPL, Rocky Pasaribu menjelaskan, kalau aksi ini dilakukan untuk meminta kepada pemerintah agar PT TPL ditutupnya.
Melalui dokumen yang dibagikan Rocky dituliskan bahwa kawasan Danau Toba tidak dalam keadaan baik-baik saja lantaran kehadiran PT TPL.
"Salah satu tujuan Tim Ajak Tutup TPL untuk memberikan penyadaran dan kampanye kepada masyarakat luas, bahwa tano dan Danau Toba sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja akibat kehadiran PT TPL," kata Rocky saat dikonfirmasi, Selasa (27/7/2021).
Berita Terkait
-
Jokowi Blusukan ke Kampung Saat PPKM Darurat; Semuanya Menjerit Minta Dibuka
-
Sentil Bansos Covid-19 Tak Tepat Sasaran, Warganet Ini Tulis Surat Mengharukan ke Jokowi
-
Pilu Vino Terdengar Presiden, Eks Menteri Susi Pudjiastuti, Hingga Belva Devara
-
CEK FAKTA: Benarkah Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan Rp 224 Miliar untuk China?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek