Suara.com - Seorang warganet rupanya memiliki ketertarikan tersendiri pada kasus perselingkuhan mantan pramugara Lion Air. Ia berusaha memesan kaus yang digunakan mantan pramugara itu saat digrebek istri.
Pemesanan ini kemudian menjadi viral setelah dibagikan akun Twitter @susahwaras. Postingan itu telah di-retweet 1.100 kali dan mendapatkan lebih dari 4.600 tanda suka.
Ia mengeluh sulit mendapatkan baju yang dipakai mantan pramugara Lion Air itu. Menurutnya, baju itu merupakan barang langka.
"Susah banget dapat item ini, barang langka," tulisnya sebagai keterangan di Twitter seperti dikutip Suara.com, Sabtu (31/7/2021).
Diketahui, baju yang dipakai mantan pramugara Lion Air saat penggrebekan itu adalah kaus Joger. kaus itu berwarna putih dengan gambar ilustrasi peta dunia berwarna-warni.
Dalam cuitannya, warganet ini turut membagikan tangkapan layar sebagai bukti. Ia menunjukkan pemesanan lewat WhatsApp ke Joger untuk membeli baju itu.
Tak tanggung-tanggung, ia mengirimkan foto mantan pramugara Lion Air itu saat digrebek. Warganet ini kemudian bertanya ketersediaan kaus motif tersebut.
"Halo min. Saya lagi nyari kaos Joger yang ini ada?" tanya warganet itu dalam tangkapan layar pesan tersebut.
Sontak, pemesanan dengan cara kocak itu menuai beragam komentar warganet. Sebagian ternyata memiliki kaus mirip mantan pramugara Lion Air itu.
Sementara sebagian lainnya menuliskan komentar nostalgia. Banyak yang memang mendapatkan kaus itu saat liburan sampai study tour di Bali.
"Gue punya nih di lemari, tapi versi lengan panjangnya wkwkwk," komen warganet.
"Abis dari Joger, bulan lalu. Desain kaus yang kek gitu gak ada. Kebanyakan tulisan. Berarti emang rare model itu," beber warganet.
"Ternyata video penggrebekan kemarin itu bagian dari marketing," celutuk warganet.
"Oh ini Joger Bali ta. Pantes kek familiar logo di lengannya. Aku ada 1 kegedean ada yang mau beli gak hahaha," tawar lainnya.
"Kalau udah banyak nyari ntar ada yang jual dengan nama 'Kaos joger yang dipake suami selingkuh'," komen warganet.
Berita Terkait
-
Atlet Minta Maaf Kalah di Olimpiade Tokyo, Reporter Berlinang Air Mata saat Siaran
-
Viral Emak-emak Antar Orang Sakit Bawa Motornya Masuk ke Dalam Ruang UGD
-
Viral Cewek Teteskan Air Mata: Gimana Ngatur Rp 50 Juta Biar Cukup Buat 2 Minggu?
-
Viral Cowok Rebus Sprite Hingga Mendidih, Video Ditonton Sampai 25 Juta Kali
-
Istri Pakai 'Baju Dinas' Malam Jumat, Ada Makhluk Mengerikan di Telinga
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Istana Jawab Ancaman Mogok: Perpres Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc di Meja Presiden Prabowo
-
Menkes Sentil Kebiasaan Orang RI Ngerasa Sehat Padahal Gula Tinggi: Itu Mother of All Diseases
-
Menkes Budi: 28 Juta Orang Indonesia Berpotensi Alami Masalah Jiwa, Layanan Kini Dibawa ke Puskesmas
-
Komitmen Plt Gubri SF Hariyanto: 30 Blok Tambang Rakyat Kuansing Dilegalkan, Swasta Dilarang Masuk
-
Misteri di Lereng Bulusaraung: Mengapa Pesawat Sehat Menabrak Gunung?
-
Alarm Banjir Jawa: Prabowo Perintahkan Aksi Cepat, Zona Merah Disisir
-
DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau
-
Eks Plt Dirjen Paudasmen Akui Dapat Rp75 Juta Terkait Pengadaan Chromebook: Dari Saudara Mulyatsyah
-
Said Didu Ungkap Data Ngeri: Misi Utama Prabowo Rebut RI dari Cengkeraman Oligarki
-
Nusron Wahid: Ribuan Hektare Tanah Terlantar dan HGU Disiapkan Jadi Rumah Korban Bencana