Untuk diketahui, Mercedes-Benz Guard S600 adalah versi terbaru. Mobil ini telah dilengkapi sistem keamanan tinggi. Diantaranya peralatan keamanan dan komunikasi yang canggih, serta mampu menahan serangan peluru, bom dan granat.
Sementara itu, Deputy Marketing Communication Mercedes-Benz Indonesia (MBI) Hari Arifianto, mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan informasi soal harga mobil presiden. Hal ini dikarenakan kebijakan prisipal dan hubungan kenegaraan.
“Untuk harga kita tidak bisa sebutkan, ini ranahnya prinsipal serta hubungan kenegaraan. Tapi memang yang jelas dengan spesifikasi khusus maka biayanya tidak bisa disamakan dengan yang (S600)t reguler,” ujar Hari, Minggu (26/8/2019).
Adapun foto yang digunakan Bred Harris untuk mendukung klaimnya juga terbukti hoaks. Foto seorang yang mirip Presiden Jokowi tersebut telah diedit.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, maka narasi presiden membeli mobil dinas baru seharga Rp 12 miliar selama pandemi Covid-19 adalah hoaks.
Narasi itu masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content.
Berita Terkait
-
Tragis! Dampak PPKM, Pengusaha Persewaan Sound System di Boyolali Tak Kuat Beli Beras
-
Kenapa Angka Kematian Covid-19 di AS Relatif Rendah, Meski Kasus Baru Tinggi?
-
Ivan Gunawan Beli Motor untuk Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Km, Dipuji Ayu Ting Ting
-
Catat Lur! Ini Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Klaten untuk Masyarakat Umum
-
Beranikah Jokowi Undang Para Mantan Presiden untuk Cari Masukan Penanganan Pandemi?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Akademisi Beri Peringatan Keras: Indonesia Belum Siap E-Voting, Ancaman Kejahatan Siber Mengintai!
-
Menlu Ikut Hadir di Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam, Beri Penjelasan RI Gabung BoP
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini