Suara.com - Fungsi bantuan sosial (bansos) di Indonesia disebut lebih menguat pada kepentingan kekuasaan politik. Hal ini disampaikan Dinna Prapto Raharja, selaku Founder Synergy Policies.
Menurutnya ada tiga fungsi bansos, pertama sosial ekonomi, yakni mencegah masyarakat agar tidak jatuh ke jurang kemiskinan.
Kedua fungsi ekonomi, untuk menjaga daya beli masyarakat sehingga perekonomian terus berputar. Kemudian ketiga fungsi sosial politik, mencegah adanya kelompok rentan.
“Secara desain yang saya perhatikan, justru fungsi yang tiga ini lebih banyak di dominasi fungsi politik. Lebih untuk mencari popularitas,” kata Dinna lewat video diskusi daring, Sabtu (31/7/2021).
Dinna menuturkan, pada fungsi sosial politik pejabat negara lebih ingin menunjukkan pemerintahannya lebih banyak menyalurkan bansos.
“Nah itu suatu yang menunjukkan ini lho di era saya, kasih bantuan sosial. Bahkan jor-joran lho ya. Di era saya, saya memberi lebih banyak nih, bentuknya macam-macam. Duitnya lebih besar di era sebelumnya,” ujarnya
“Jadi yang dilihat itu bukan target grupnya sebenarnya. Jadi secara desain perspektif sudah tidak lengkap,” kata Dinna menambahkan.
Di samping itu, menyoroti kasus pungutan liar yang masih terjadi saat proses penyalurannya, Dinna menilai ada desain yang belum dievaluasi secara tuntas.
“Kalau kita bicara sampai ke level budaya misalnya, kita lihat dulu desainnya seperti apa. Kalau melanggengkan budaya yang seperti itu (pungutan liar) bahkan makin kuat dan menjamur, nah itu berarti serius betul, itu masalah desain belum pernah diperbaiki,” ujarnya.
Baca Juga: Sebut Pemerintah Invest Covid-19 dan Paksa Suntik Vaksin, Warga Dipersulit Jika Menolak
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Cemburu Buta Berujung Bacok Pegawai Restoran di Tomang, Dua Pelaku Ditangkap
-
Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol
-
Donald Trump Bentak Netanyahu: Kamu Gila?
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Infrastruktur Uzur, Rano Karno Sebut Jalanan di Jakarta Masih Rawan Amblas
-
Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!
-
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo
-
Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal