Suara.com - Pria yang bekerja di Burger King Huntington dipecat oleh manajer karena kemejanya tak rapi. Menyadur New York Post Minggu (01/08), Ryan Pacheco tak bisa masukkan kemejanya ke dalam celana karena kantong kolostomi.
Pacheco mengatakan kepada asisten manajer sebelumnya bahwa dia menggunakan kantong kolostomi dan pihak perusahaan mengatakan tak ada masalah.
Ia kemudian ditegur asisten manajer berbeda untuk "menyelipkan bajunya ke dalam celana," kata dokumen itu.
Ryan Pacheco yang telah hidup dengan kantong kolostomi sepanjang hidupnya mengatakan tak bisa memasukkan bajunya karena menyebabkan kantong bocor dan membuatnya kesakitan.
Kemudian manajer mengatakan telah berbicara dengan atasannya dan memutuskan untuk “tidak menerimanya karena kantong kolostomi.”
Pacheco mengatakan kepada The Post ketika dia bekerja di McDonald's Florida, tidak ada seorang pun yang pernah keberatan dengan ini.
“Di dalam, moral saya hancur,” kata Pacheco tentang dipecat.
Pengacara Pacheco, Jon Bell, mengatakan restoran itu bahkan tidak berusaha mencari solusi yang lebih masuk akal.
"Berdialoglah dengannya," kata Bell. “Mereka memecatnya, yang benar-benar memalukan mengingat fakta bahwa ini adalah perusahaan besar.”
Baca Juga: Dimosthenis Karmiris, Komentator Olimpiade Dipecat karena Rasis ke Atlet Korsel
Bell mengatakan Burger King harus mendapatkan pelatihan yang lebih baik tentang bagaimana menangani permintaan akomodasi penyandang disabilitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend