News / Metropolitan
Senin, 02 Agustus 2021 | 15:27 WIB
Akidi Tio, Penyumbang Rp2 Triliun bagi penanganan COVID 19 di Sumsel [istm]

Dia mengemukakan, penyerahan sumbangan itu diberikan dan diwakilkan oleh dokter keluarga, Prof Hardi Darmawan. Kedatangannya sendiri untuk menemani seorang anak perempuan almarhum Akidi Tio.

Sakim memastikan jika pengusaha tersebut adalah warga Palembang. Namun diakui, jika dirinya tidak mengenal betul sosok Alm Akidi Tio.

Penyerahan bantuan COVID 19 Akidi Tio [ist]

4. Akidi Tio Tidak Masuk 10 Orang Terkaya Indonesia

Nama Akidi Tio, penyumbang Rp 2 triliun bagi penanganan COVID 19 di Sumatera Selatan tidak masuk daftar orang terkaya di dunia. Namanya tidak ada dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes.

Padahal, almarhum Akidi Tio dan keluarga saat ini tengah dikenal publik sebagai seorang dermawan dengan jumlah donasi yang sangat fantastik. Fakta ini tentunya memicu kejanggalan mengenai siapa sosok Akidi Tio sebenarnya.

5. Ketua MPR Bongkar Motivasi Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun

Akidi Tio ternyata sudah meninggal pada 2009 silam dan sumbangan itu merupakan wasiat dari mendiang. Usut punya usut, sumbangan Rp 2 Triliun itu adalah sumpahnya pada orang kaya era Bung Karno. Sumpah Akidi Tio pada Thong Ju, orang kaya raya di era Bung Karno.

Kisah asal usul sumbangan Akiti Tio ini diungkapkan Ketua MPR, Bambang Soesatyo. Bamsoet mengungkapkan beberapa lini bisnis yang dimiliki pengusaha dermawan ini. Di antaranya usaha tambang baru dolomit bahan pembuat pupuk, juga pabrik kecap.

“Akidi Tio pernah bersumpah kepada Thong Ju kalau dia Kaya akan memberikan Sumbangan Rakyat Palembang dan TERBUKTI janjinya melalui wasiat anak cucunya. (Akidi) selalu pakai no name atau Hamba Allah,” tulis Bambang, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Anak Akidi Tio Dijemput Polisi Terkait Bantuan Rp 2 Triliun

6. Dokter Keluarga Akiti Tio Ungkap Sumbangan Rp 2 Triliun Sudah Ditransfer

Dokter keluarga Alm Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan menjelaskan mengenai progres donasi uang Rp 2 Triliun. Hal itu terungkap dalam tayangan kanal Youtube Helmy Yahya Bicara, Jumat 30 Juli 2021.

“Penyerahannya sudah terjadi ya Prof?” tanya Helmy, seperti dilansir dari Terkini.id--jaringan Suara.com, Jumat (30/7/2021).

“Sudah, sudah, sudah.” jawab Prof Hardi.

Hardi sendiri tidak menjelaskan secara lebih rinci terkait penyerahan sumbangan itu. Helmy Yahya bertanya lagi bantuan diserahkan secara transfer atau cash.

“Sudah, sudah selesai itu dengan Pak Kapolda,” ungkap Hardi.

Prof Hardi Darmawan, Dokter Keluarga Akidi Tio [Andika/Suara.com]

7. Dahlan Iskan Ungkap Donasi Rp 2 Triliun Itu Tersimpan di Bank Singapura

Wartawan senior, Dahlan Iskan tampaknya makin penasaran dengan sosok pengusaha penyumbang Rp 2 triliun bagi penanganan COVID 19 di Sumatera Selatan. Ia terus berusaha mengetahui sosok almarhum Akidi Tio termasuk keluarganya.

Dalam unggahan Catatan Dahlan Iskan, ia menulis dua cacatan mengenai pengusaha lokasi Akidi Tio yang dikenal sangat dermawan tersebut. Ia berhasil menemui seseorang perempuan yang dikatakan sangat dekat dengan Heriyanti.

Wanita ini mengungkap uang Rp 2 Triliun itu benar-benar ada dan akan segera dicairkan. Ia membeberkan uang itu hasil usaha Aki dengan partner bisnis di Singapura dan Hongkong. Mereka juga punya aset dalam bentuk gedung-gedung.

Uang itu disebut tersimpan di Bank Singapura, di mana Heryanti berusaha mendapatkannya. Ia disebut mendapat kabar dari Singapura bahwa uangnya sudah bisa diambil, sehingga berani menghadap kapolda Sumatera Selatan untuk menyerahkan sumbangan secara simbolis.

8. Heriyanti Resmi Ditangkap Terkait Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun

Polisi menangkap anak almarhum Akidi Tio. Setelah donasi yang disebut Rp 2 Triliun akan diserahkan bohong alias hoaks. Anak almarhum Akidi Tio, bernama Heryanti malah disebut punya utang Rp 3 Miliar.

Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel dan langsung digiring masuk ke ruang Ditreskrimum Polda Sumsel dengan pengawalan sejumlah petugas. Ia tampak menggunakan batik biru dengan celana panjang hitam, seraya menutup wajahnya dengan tangan.

Dir Ditreskrimum Polda Sumsel, Hisar Siallagan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar terkait penjemputan Heriyanti.

"Nanti saja ya," ujarnya tegas.

Load More